tokoh ilmuwan pada masa abbasiyah
TOKOH ILMUWAN MASA BANI ABBASIYAH
1.
Ilmu filsafat
Filsafat adalah
ilmu pengetahuan yang mempersoalkan haikat dari segala yang ada. Kata filsafat/
falsafah(bahasa arab) berasal dari bahasa Yunani "Philosopia" yang
artinya cinta kepada ilmu pengetahuan atau cinta kebijakan. Filsafat Yunani
masuk melalui ekspedisi Iskandar Agung pada abad ke-4 SM di sebelah timur
sungai Tigris. Para filsuf islam berpendirian bahwa tujuan filsafat mirip
dengan tujuan agama, yaitu "mencari kebenaran dan mewujudkan kebahagiaan
melalui kepercayaan yang benar dan perbuatan yang baik".
Pada masa Harun ar-Rasyid, buku-buku ilmu pengetahuan yang berbahasa Yunani mulai diterjemahkan ke dalam bahasa Arab. Kegiatan penerjemahan ini makin meningkat pada masa Kholifah al-Ma'mun. Buku yang banyak diterjemahkan sebagian besar karangan "Plato dan Aristoteles". Golongan yang banyak tertarik pada filsafat Yunani
Pada masa Harun ar-Rasyid, buku-buku ilmu pengetahuan yang berbahasa Yunani mulai diterjemahkan ke dalam bahasa Arab. Kegiatan penerjemahan ini makin meningkat pada masa Kholifah al-Ma'mun. Buku yang banyak diterjemahkan sebagian besar karangan "Plato dan Aristoteles". Golongan yang banyak tertarik pada filsafat Yunani
adalah
"kaum Muktazilah", tokoh-tokohnya antara lain:)
-Abu Huzail Al-Allaf
-Ibrahim An-Nazzam
-Bisyr Al-Mu'tamir
-Al-Jubba'i
1. Al – Kindi
Al
Kindi adalah filsuf besar pertama Islam. Ia lahir pada tahun 801 M (pada masa
pemerintahan Harun ar-Rasyid) dan meninggal pada tahun 869 M. Pada masa
pemerintahan khalifah-khalifah besar Dinasti Abbasiyah, yaitu al-Amin,
al-Ma’mun, al-Mu’tasim, al-Wasiq, dan al-Mutawakkil, ia diangkat sebagai guru
dan tabib kerajaan.
Al-Kindi
lahir di Kufah dan nama lengkapnya adalah Abu Yusuf Ya’qub bin Ishak bin Sabah
bin Imran bin Ismail bin Muhammad bin al-Asy’as bin Qais al-Kindi. Nama
al-Kindi berasal dari nama salah satu suku Arab yang besar sebelum Islam, yaitu
suku Kindah.
Al-Kindi
dikenal sebagai filsuf muslim yang pertama karena ia adalah orang Islam pertama
yang mendalami ilmu-ilmu filsafat. Hingga abad ke-7 M, pengetahuan filsafat
masih didominasi orang-orang Kristen Suriah. Selain menerjemahkan, al-Kindi
juga menyimpulkan karya-karya filsafat Helenisme. Ia juga dikenal sebagai
pemikir muslim pertama yang menyelaraskan filsafat dan agama. Al-Kindi
memandang filsafat sebagai ilmu yang mulia. Ia melukiskan filsafat sebagai ilmu
dari segala ilmu dan kearifan dari segala kearifan. Filsafat bertujuan untuk
memperkuat kedudukan agama dan merupakan bagian dari kebudayaan Islam
*) Karya Al Kindi
Karya-karya
al-Kindi berjumlah kurang lebih 270 buah. Karya tersebut kebanyakan berupa
risalah-risalah pendek dan banyak yang sudah tidak ditemukan lagi. Karya –karya
itu dapat dikelompokkan dalam bidang filsafat, logika, ilmu hitung, musik,
astronomi, geometri, medis, astrologi, psikologi, politik, dan meteorologi.
Salah satu karya Al Kindi di bidang filsafat adalah Risalah fi Madkhal al
Mantiq bi Istifa al Qawl fih yang berisi tentang sebuah pengatar logika. Dari
karya-karyanya itu dapat diketahui bahwa al-Kindi adalah orang yang memiliki
ilmu pengetahuan yang luas dan mendalam.
2. Al-farabi
Al-Farabi
lahir di Farab pada tahun 870 M dan wafat di Aleppo (Suriah) pada tahun 950 M.
Nama lengkapnya adalah Abu Nasr Muhammad bin Muhammad bin Tarkhan bin Uzlag
al-Farabi. Ia selalu berpindah tempat dari waktu ke waktu. Ia dikenal rajin
belajar serta memiliki otak yang cerdas. Al-Farabi banyak belajar agama, bahasa
Arab, bahasa Turki, dan bahasa Persi. Setelah dewasa, ia pindah ke Baghdad dan
tinggal di sana selama 20 tahun serta mempelajari filsafat, logika, matematika,
etika, ilmu politik, dan musik. Al-Farabi mengarang beberapa buku dalam
berbagai bidang diantaranya logika, fisika, ilmu jiwa, kimia, ilmu politik, dan
musik.
Dua
karya yang termasyur adalah al-Jam’u Baina Ra’yi al-Hakimaini (mempertemukan
dua pendapat filsuf, Plato dan Aristoteles) dan Uyun al-Masail (pokok-pokok
Persoalan).
*) Pendapat Al Farabi Tentang Negara
Ada
Lima bentuk Negara , yaitu; negara utama, negara orang-orang bodoh, negara
orang-orang fasik, negara yang berubah-ubah, dan negara sesat.
1) Negara utama (al-Madinah al Fadlilah)
Negara
utama adalah negara yang penduduknya berada dalam kebahagiaan. Bentuk negara
ini dipimpin oleh para nabi dan dilanjutkan oleh filsuf.
Negara
orang-orang bodoh adalah negara yang penduduknya tidak mengenal kebahagiaan.
2) Negara orang-orang fasik (al-Madinah al-Fasiqah)
Negara
orang-orang fasik adalah negara yang penduduknya mengenal kebahagiaan, tetapi
tingkah laku mereka sama dengan penduduk negara orang-orang bodoh.
1. Negara yang berubah-ubah (al-Madinah
al-Mutabaddilah)
Penduduk negara ini awalnya mempunyai pikirkan dan pendapat seperti yang
dimiliki penduduk negara utama, tetapi mengalami kerusakan.
2. Negara sesat (al-Madinah ad-Dallah)
Negara sesat adalah negara yang pemimpinnya menganggap dirinya mendapat
wahyu. Ia kemudian menipu orang banyak dengan ucapan dan perbuatannya
3. Ibnu Sina
Ibnu
Sina memiliki nama asli Abu al-Husain bin Abdullah. Ia dilahirkan di Afsyanah,
Bukhara pada tahun 890 M dan meninggal di Hamdan pada tahun 1037 M. Ia
merupakan seorang dokter dan filsuf Islam yang ternama. Di Barat ia dikenal
dengan nama Avicenna. Sejak kecil, Ibnu Sina mempelajari Al-Qur’an dan
ilmu-ilmu agama. Setelah itu, ia mempelajari matematika, logika, fisika,
geometri, astronomi, metafisika, dan kedokteran.
*)Karya Ibnu Sina
Ibnu
Sina meninggalkan tidak kurang dari 200 karya tulis. Kebanyakan tulisan itu
menggunakan bahasa Arab, sedangkan sebagian lain menggunakan bahasa Persia.
Buku-bukunya yang terkenal, antara lain seperti berikut :
Asy-Syifa’
(Penyembuhan). Sebuah buku yang menjadi literature penting dalam dunia
kedokteran di Eropa.
Al-Qanun fit-Tibb (Peraturan-peraturan dalam Kedokteran)
Al-Isyarat wa at-Tanbihat (Isyarat dalam Penjelasan)
Mantiq al-Masyriqiyyin (Logika Timur).
‘Uyun al Hikmah ( Mata air Hikmah ).
4. Ibnu
Maskawaih
Ibnu
Maskawaih lahir pada tahun 941 M dan meninggal pada tahun 1030 M. Nama
lengkapnya adalah Abu Ali Ahmad bin Muhammad bin Ya’kub bin Maskawaih terkenal
sebagai ahli sejarah dan filsafat. Selain itu, ia juga seorang moralis,
penyair, serta ahli ilmu kimia.
Ibnu
Maskawaih mempunyai hubungan yang baik dengan para penguasa pada zamannya. Ia
pernah mengabdi kepada Abu Fadl al-Amid sebagai pustakawan. Setelah itu, ia
mengabdi kepada putranya, Abu al-Fath Ali bin Muhammad. Kedua orang tersebut
menjadi menteri pada masa Dinasti Buwaihiyah. Ia juga pernah mengabdi kepada
Adud Daulah, seorang penguasa Dinasti Buwaihiyah. Ibnu Maskawaih merupakan
seorang pemikir muslim yang produktif
*) Karya Ibnu Miskawaih
Beberapa karya
tulisnya yang sampai kini masih ada, antara lain sebagai berikut :
1) Al-Fauz al-Akbar (Kemenangan Besar)
2) Al-Fauz al-Asgar (Kemenangan Kecil)
3) Tajarib al-Umam (Pengalaman Bangsa-bangsa)
4) Uns al-Farid (Kesenangan yang tiada tara)
5) Tartib as-Sa’adah (Akhlaq dan politik)
6) As-Siyas (Aturan hidup)
7) Jawidan Khirad (Ungkapan Bijak)
8) Tahzib al-Akhlaq (Pembinaan Akhlaq)
Pemikiran
filosofis Ibnu Maskawaih yang ditunjukkan pada etika dan moral dimuat dalam
tiga bukunyaq, yaitu Tartib as-Sa’adah, Tahzib al-Akhlaq, dan Jawidan Khirad
5. Al-Gazali
Al-Gazali
lahir di kota Gazalah, sebuah kota kecil di dekat Tus, Khurasan. Nama
lengkapnya adalah Abu Hamid Muhammad bin Muhammad at-Tusi al-Gazali. Ia lahir
pada tahun 1058 M dan meninggal pada tahun 1111 M. Al-Gazali adalah seorang
pemikir, teolog, filsuf, dan sufi termasyhur sepanjang sejarah Islam.
Ia
lahir dari keluarga sederhana yang taat beragama. Pendidikannya dimulai dengan
belajar Al-Qur’an dari ayahnya sendiri. Sepeninggal ayahnya, ia dan saudaranya
dititipkan pada Ahmad bin Muhammad ar-Razikani, seorang temah ayahnya dan sufi
besar. Dari ar-Razikani, al-Gazali mempelajari ilmu fiqih, riwayat hidup, dan
kehidupan spiritual para wali. Ia kemudian melanjutkan pendidikannya ke Jurjan
dan berguru pada Imam Abu Nasr al-Isma’il. Beberapa tahun kemudian, ia pergi ke
Nisabur dan memasuki Madrasah Nizamiyah, yaitu madrasah yang didirikan oleh
Nizamuk Mulk, perdana menteri dari Dinasti Saljuk. Di sana, al-Gazali berguru
kepada Imam Haramah al-Juwaini tentang ilmu usul fiqih, ilmu mantiq, dan ilmu
kalam. Karena bakatnya, al-Gazali diangkat sebagai asisten yang menggantikan
al-Juwaini mengajar jika ia berhalangan hadir.
*) Karya Al Ghazali
Di
Nisabur ini, bakat menulis al-Gazali berkembang. Ia menulis hampir 100 buku
tentang teologi, fiqih, tasawwuf, akhlak, dan autobiografi dalam bahasa Arab
dan Persia. Karena keahliannya di berbagai bidang ilmu, baik filsafat, ilmu
kalam, fiqh dan tasawuf maka Ia mendapat gelar Hujjatul Islam.
Diantara bukunya
yang terkenal adalah sebagai berikut :
1) Maqasid al-falasiyah (Tujuan dari Filsuf)
2) Tahafut al-Falasiyah (Kekacauan para Filsuf)
3) Ihya’Ulumudin (Menghidupkan ilmu-ilmu Agama). Berisi tentang perpaduan
antara fiqh dan tasawuf dan merupakan buku yang terkenal dalam ilmu tasawuf dan
ilmu kalam.
4) Al-Munqiz min ad-Dalal (Penyelamat dari Kesesatan)
6. Ibnu Rusyd
Ia
seorang filsuf ulung yang juga ahli ilmu Al-Qur’an dan ilmu-ilmu yang lain,
seperti biologi, kedokteran, dan astronomi. Ibnu Rusyd lahir di Cordova,
Spanyol pada tahun 1126 M dan meninggal di Maroko pada tahun 1198 M. Di
Barat/Eropa dia dikenal dengan nama Averroes. Ulasan-ulasannya terhadap
filsafat Aristoteles berpengaruh besar pada kalangan ilmuwan di Eropa sehingga
muncul di sana suatu aliran filsafat yang dinisbahkan pada namanya, yaitu
Averroisme. Salah satu dampak pemikiran Ibnu Rusyd di Eropa adalah terjadinya
kebebasan berpikir di sana.
*) Karya Ibnu Rusyd
Diantara
karyanya ialah Fasl al-Maqal fi ma baina asy-Syari’ah wal Hikmah minal Ittisal
(Pembeda yang jelas hubungan antara Syariat dan Filsafat). Al-Kasyf’an Manahij
al-Adillah fi Aqaid al-Millah (Menyingkap Metodologi Dalil dalam Akidah Agama),
dan Tahafut at-Tahafut (Kerancauan Berpikir dalam buku kerancauan filsafat).
Buku terakhir ini ditujukan untuk membantah pendapat-pendapat al-Gazali dalam
buku Tahafut al-Falasifah (Kerancauan Filsafat). Selain seorang filsuf, Ibnu
Rusyd juga seorang dokter dan ahli hukum Islam (fiqih). Kitab fiqihnya yang
terkenal adalah Bidayatul Mujtahid (Permulaan bagi Mujtahid).
2.
Ilmu Kedokteran
Adalah cabang ilmu yang menangani keadaan kesehatan dan penyakit pada tubuh manusia dengan cara-cara tertentu yang sesuai dengan cara penjagaan atau pemulihan kesehatan.
Penghubung antara tradisi kedokteran islam dan tradisi kedokteran sebelumnya adalah perguruan di Jundisabur (sekarang Iran). Pengaruh pertama kedokteran Jundisabur dalam kalangan Islam pada masa kholifah Abu Jakfar Al-Mansyur. Dokter Jirjis Bukhtyishuri berhasil menyembuhkan penyakit "dispepsia" (radang selaput lendir lambung) kholifah Abu Jakfar al-Mansyur. Atas keberhasilannya itu kholifah memindahkan pusat kedoteran Jundisabur ke Baghdad .
Buku tentang kedokteran yang banyak diterjemahkan berasal dari Yunani, Persia, dan India, yang diterjemahkan ke bahasa Arab .
Pengarang kedokteran islam pertama adalah "Ali bin Raban at-Tabari" yang menulis "Firdaus al-Hikmah"pada tahun 850 M. Karyanya memuat berbagai hal dalam bidang patologi, farmakologi, dan diet .
Setelah At-Tabari, lahir dokter dan ilmuwan kedokteran Islam antara lain :
-ar-Razi
-Ali bin Al-Abbas
-Ibnu Sina
-Jabir bin Hayyan
-al-Kindi
-al-Farabi
-Ali bin Al-Abbas
-Ibnu Sina
-Jabir bin Hayyan
-al-Kindi
-al-Farabi
1. Ibnu Sina
Ibnu
Sina mempunyai nama lengkap Abu Ali Al-Husain bin Abdullah bin Sina. Ibnu Sina
juga dikenal dengan nama Avicena. Ibnu Sina lahir pada tahun 370 H/980 M di
Afshana, dekat kota Bakhara, Uzbekistan. Ketika masih kecil beliau telah hafal
Al-Qur’an, menguasai bahasa Arab, serta mendalami ilmu fiqih. Ia belajar ilmu
Mantik pada seorang guru filsafat, bahkan gurunya terkejut karena
kecerdasannya. Pada usia 17 tahun ia telah memahami ilmu kedokteran melebihi
siapa pun. Oleh karena itu, beliau diangkat manjadi penasihat para dokter pada
masa itu. Karya filsafatnya yang terkenal adalah Kitab Asy Syifa'
( Buku Tentang Penyembuhan ) yang mengandung pengetahuan tentang logika,
fisika, dan metafisika. Karyanya di bidang kedokteran berjudul Al Qanun
Fit Tibb ( Undang-Undang Kedokteran ). Ibnu Sina meninggal pada tahun
428 H/1037 M.
2. Ibnu Rusyd
Nama
asli Ibnu Rusyd adalah Abdul Walid Muhammad bin Ahmad bin Rusyd. Ibnu Rusyd
lahir pada tahun 595 H/1126 M di Cordova, Spanyol. Beliau dibesarkan dalam
keluarga yang teguh menegakkan agama dan berpengetahuan luas. Ketika beliau
muda, beliau belajar matematika, astronomi, filsafat, dan kedokteran. Di Barat
beliau dikenal sebagai ahli dan tokoh dibidang kedokteran dengan karyanya Al-Kulliyyat
yang telah diterjemahkan dalam berbagai bahasa. Karyanya yang lain adalah Fasl
Al Maqal Fi Ma Baina Asy Syari'ah Wal Hikmah Minal Ittisal ( Pembeda
yang Jelas Hubungan Antara Syariat dengan Filsafat ) , Al Kasyf'an
Manahij Al Adillah fi Aqaid Al Millah ( Menyingkap Metodologi Dalil
Dalam Akidah Agama ) , dan Thaful At Tahafut ( Keracunan Berpikir
dalam Buku Keracunan Filsafat ). Atas kepandaiannya inilah maka pada tahun 1182
ia diangkat sebagai dokter pribadi khalifah di Maroko. Ibnu Rusyd meninggal
pada tahun 667 H/ 1198 M di Maroko.
3. Ar-Razi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar