Sabtu, 20 September 2014

belajar membuat makalah

javaScript
javaScript

Selasa, 25 Desember 2012

Cara membuat Makalah

TUGAS KELOMPOK
MATA KULIAH : BAHASA INDONESIA
DOSEN PEMBIMBING : AMAL AKBA, S.Pd., M.Pd
SISTEMATIKA PEMBUATAN MAKALAH
( Pengertian Setiap Bab dalam Makalah dan Cara Pembuatan Daftar Pustaka )
                                                            

OLEH
SAPPEAMI (10200111077)
FAKULTAS SYARIAH DAN HUKUM
JURUSAN EKONOMI ISLAM
UIN ALAUDDIN MAKASSAR
2012

SISTEMATIKA PENULISAN MAKALAH DAN PENJELASANNYA
Sistematika Penulisan Makalah Disusun Sebagai Berikut :
1.      Halaman sampul , yamg memuat:
1)      Judul Makalah
2)      Nama, Nim
3)      Nama dan Tempat Perguruan Tinggi
4)      Tahun
2.      Kata Pengantar
3.      Daftar Isi
4.      Batang Tubuh Makalah yang terdiri dari :
a)      Pendahuluan
1)      Latar Belakang
2)      Rumusan Masalah
3)      Maksud dan Tujuan Penulis
b)      Pembahasan
c)      Penutup
1)      Kesimpulan
2)      Saran
d)     Daftar Pustaka
Sistematika penulisan makalah akan dijelasakan secara rinci sebagai berikut :
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia  Makalah memiliki dua arti. Arti makalah yang pertama tulisan resmi tentang suatu pokok yang dimaksudkan untuk dibacakan dimuka umum dalam suatu persidangan dan yang serimg disusun untuk diterbitkan.
Makalah adalah karya tulis ilmiah yang membahas suatu pokok persoalan, sebagai hasil penelitian atau sebagai hasil kajian yang disampaikan dalam suatu pertemuan ilmiah (seminar) atau yang berkenaan dengan tugas-tugas perkuliahan yang diberikan oleh dosen yang harus diselesaikan secara tertulis oleh mahasiswa. Berikut adalah penjelasan tiapa-tiap sistematika dalam pembuatan makalah.
1.      Halama Sampul
Dalam sebuah buku halaman sampul ini berbeda dengan halaman judul namun isi dari keduanya sama. Lembar judul merupakan Obyek dari pembahasan yang diwakili oleh judul utama. dalam lembaran ini memuat judul makalah, nama dan nim, nama dan tempat perguruan tinggi, dan tahun
2.      Kata Pengantar
Pada bagian awal makalah, pastilah akan kita temukan kata pengantar makalah. Kata pengantar ini memberikan sedikit gambaran singkat tentang makalah yang disajikan.Kata pengantar adalah semacam tulisan yang dibuat oleh pihak yang menulis sebuah karya tulis. Dan dapat juga diartikan sebagai sepatah dua patah kata dari si penulis yang hendak disampaikan kepada pembaca mengenai karyanga tersebut. Tulisan ini biasanya terdapat dibagian paling depan dari makalah dan mutlak ada dalam sebuah makalah karena makalah juga termasuk dalam salah satu jenis karya tulis.
Secara umum kata pengantar biasanya berisi ucapan rasa syukur pada tuhan, ucapan terimah kasih kepada pihak-pihak terkait, harapan penulis dan doa.
Langkah-langkah membuat kata pengantar:
a.       Awali dengan memanjataka puji syukur kepada Tuhan yang telah memberikan anda kesehatan sehingga biasa menyelesaikan karya tersbut dan pihak-pihak terkait yang telah membantu penulisan karya anda.
b.      Lanjutkan dengan memberikan sedikit gambaran tentang karya yang telah anda tulis. Pada bagian ini biasanya juga berisi tentang tujuan penulisan makalah.
c.       Bagian selanjutnya adalah harapan dan doa penulis tentang makalah yang ia buat.
d.      Setelah itu akhiri dengan permintaan maaf jika ada kekurangan dalam karya anda, harapan-harapan anda pada pembaca, dan doa agar karya anda biasa bermanfaat.
3.      Daftar Isi
Daftar Isi adalah bagian terpenting yang tidak boleh kita tinggalkan dan berguna untuk memudahkan pembaca mengetahui dihalaman mana bab yang ingin dibacanya. Daftar isi biasanya diletakkan setelah kata pengantar, dibuat secara berurutan dari halaman paling awal hingga halaman paling akhir termasuk lampiran yang terdapat dalam makalah tersebut. Di dalamnya dicantumkan judul bab dan sub babnya, yang masing-masing diawali dengan no atau huruf urutan yang konsisten dan diberi nomor halaman awal pembuatannya. Jarak antara judul atau subbab dengan nomor halaman dibungkan dengan titik-titik.
Pada dasarnya daftar isi tidak hanya berfungsi untuk mengetahui halaman sebuah artikel melainkan juga untuk mengetahui kelompok artikel atau kategori yang akan dibahas dan dibagi dalan beberapa bagian yang disebut bab.
            Cara penulisan daftar isi adalah sebagai berikut:
a)      Kata DAFTAR ISI ditempatkan sebagai judul halaman dibagian atas tengah dengan huruf kapital tebal (All caps) tanpa garis bawah (atau huruf miring) dan tanpa titik.
b)      Unsure-unsur dari bagian awal makalah, yakni halaman judul, kata pengantar, daftar isi dan seterusnya, ditulis dengan huruf capital. No halaman pemuatan dalam angka Romawi kecil di tempatkan di ujung baris.
c)      Bab-bab diketik secara berturut-turut dengan indikator angaka Romawi besar, di ikuti dengan judul bab yang ditulis secara keseluruhan dengan huruf capital tanpa garis bawah. Sementara itu,, huruf awal setiap kata dalam subbab ditulis dengan huruf kapital, kecuali huruf awal kata sandang, kata depan, dan kata penghubung yang ditulis dengan huruf kecil.
d)     Pada prinsipnya, ketentuan penulis karya ilmiah dalam bahasa Arab sama dengan ketentuan di atas kecuali dalam hal-hal teknis tertentu yang memang perlu disesuaikan dengan ketentuan dalam bahasa Arab.
Batang tubuh makalah yang terdiri dari :
a)      Pendahuluan
Pendahuluan merupakan pembuka suatu proyek persoalan yang akan dibahas dalam tulisan, tidak boleh terlalu panjang apalagi memasuki pembahasan pokok persoalan, hanya pengenalan ke arah yang akan dituju oleh penulis. Isinya seputar pembatasan masalah dan pengertian-pengertian. Persentase pendahuluan antara 20-25 %.[1]
Pendahuluan berisi pengantar ke permasalahan pokok yang memberikan gambaran tentang batasan dan tujuan penulisan. Pendahuluan merupakan bagian dari sebuah makalah yang sangat penting, karena pada pendahuluan makalah ada tiga point penting yang tercakup dalam bab 1 pada sebuah makalah yaitu :
1)      Latar Belakang
Latar Belakang adalah dasar atau titik tolak untuk memberikan pemahaman kepada pembaca atau pendengar mengenai apa yang ingin kita sampaikan. Latar belakang yang baik harus disusun dengan sejelas mungkin dan bila perlu disertai dengan data atau fakta yang mendukung. Pada nagian ini penulis mengemukakan sebab-sebab mengapa masalah yang dipersoalkuan perlu diteliti dan ditulis. Misalnya yang dibahas mempunyai arti penting bagi masyarakat
2)      Rumusan Masalah
Rumusan Masalah adalah bagian dimana masalah pokok yang akan dikaji ditegaskan secara konkret dan doformulasikan dalam bentuk kalimat-kalimat pertanyaan yang memerlukan jawaban. Rumusan Masalah harus sungguh-sungguh jelas. Permasalahan yang akan menjadi pembahasan penelitian diajukan dalam bentuk pertanmyaan. Merajuk pada pertanyaan itu penulis melakukan langkah-langkah penelitian dan penelaahan sehinnga dapat terjawab denga tepat.
3)      Tujuan
Dalam tujuan penyususnan atau penulisan dikemukakan usaha-usaha dan hasil-hasil yang telah dicapai secara garis besar. Jika karya ilmiah bertujuan menyampaikan pandangan atau penilaian penulis tentang topik yang telah diteliti, tujuan umumnya mengemukakan hipotesis penelitian dan penilaian penulis sesudah penelitiaan. Adapun tujuan khususnya perlu dikemukakan pertimbangan-pertimbangan yang mendukung penelitian.
b)      Pembahasan
Pembahasa atau pengembangan merupakan tahap pemaparan pokok persoalan. Bagian ini kadangkala disebut inti pembahasan atau pengembangan. Di bagian ini penulis menjalin gagasan secara sistematis dan logis dan menuangkan seluruh pemikirannya tentang pokok yang dibahas.
c)      Penutup
Bab ini berisi kesimpulan penelitian serta implikasi atau rekomendasi yang muncul bardasarkan penelitian tersebut. Dalalan bab ini ada dua pokok penting yankni:
1.      Kesimpulan
Kesimpulan adalah kristalisasi, kulminasi, dan intisari dari bahasan-bahasan yang telah dikemukakan dalam bab-bab sebelumnya yang ditulis dengan kalimat-kalimat yang ringkas, padat, dan tegas. Yang lebih penting lagi kesimpulan harus merupakan jawaban yang tegas terhadap pokok masalah yang dikemukakan pada bagian pendahuluan.
2.      Saran
Dalam bab penutup ini dimuat pula implikasi dari penelitian yang telah dilakukan dalam bentik sara-saran atau rekomendasi yang dipandang perlu, baik yang bersifat teoritis maupun praktis, berkaitan dengan pokok-pokok masalah yang dibahas. Saran-saran sebaiknya realities dan argumentasi, sehingga tidak tampak sekedar sebagai daftar usul yang tidak relevan dengan rangkaian penelitian.
d)     Daftar Pustaka
Daftar Pustaka adalah daftar rujukan, baik berupa buku-buku, Koran, terbitan khusus, situs internet, dan sebagainya, yang benar-benar menjadi rujukan dalam penyusunan karya tulis ilmiah atau makalah. Dengan kata lain, yang dimasukkan dalam daftar pustaka ini hanyalah rujukan yang dijadikan sebagai sumber bacaan dan kitipan, baik langsung maupun tidak sebagaimana yang tercantum dalam karya tulis ilmiah.

      Daftar pustaka merupakan salah satu persyaratan bagi setiap karya tulis ilmiah. Melalui daftar pustaka, pembaca akan dapat dengan mudah mengetahui keseluruhan sumber rujukan yang digunakan penulis dalam karya ilmiah, dengan  demikian, kualitas karya ilmiah tersebut dapat di ukur secara objektif.

CARA MEMBUAT DAFTAR PUSTAKA
1.      Referensi yang di ambil dari buku
Dalam daftar pustaka, judul buku dicetak miring. Urutan penulisan sebagai berikut : Nama pemgarang, tahun terbit, judul buku, nama penerbit dan kota penerbit.[2]
Contoh: ( Buku A Histiry of God, dikarang oleh Keren Armastrong, diterbitkan oleh Ballantine Books, di kota Noe York, pada tahun 1994)
Maka : Armastrong, Keren. 1994. A Histiry of God. Ballantine Books, New York.
2.      Referensi yang di ambil dari internet.
Nama penulis. (Tahun posting). Judul Artikel. Tersedia: Alamat URL artikel. (Tanggal diakses)
Soetomo, R. (2002). Jihad dan Terorieme. Tersedia: http://pemikiranislam.wordpress.com/2009/11/11/jihad-dan-terorisme/. (11 November 2009)
Pengertian Karya Ilmiah
“Karangan ilmiah merupakan suatu karangan atau tulisan yang diperoleh sesuai dengan sifat keilmuannya dan didasari oleh hasil pengamatan, peninjauan, penelitian dalam bidang tertentu, disusun menurut metode tertentu dengan sistematika penulisan yang bersantun bahasa dan isisnya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya/ keilmiahannya.”—Eko Susilo, M. 1995:11
Tujuan dari pembuatan karangan ilmiah, antara lain :
  • Memberi penjelasan
  • Memberi komentar atau penilaian
  • Memberi saran
  • Menyampaikan sanggahan
  • Membuktikan hipotesa
Karya ilmiah adalah suatu karya dalam bidang ilmu pengetahuan (science) dan teknologi yang berbentuk ilmiah. Suatu karya dapat dikatakan ilmiah apabila proses perwujudannya lewat metode ilmiah. Jonnes (1960) memberikan ketentuan ilmiah, antara lain dengan sifat fakta yang disajikan dan metode penulisannya.
Bila fakta yang disajikan berupa fakta umum yang obyektif dan dapat dibuktikan benar tidaknya serta ditulis secara ilmiah, yaitu menurut prosedur penulisan ilmiah, maka karya tulis tersebut dapat dikategorikan karya ilmiah, sedangkan bilamana fakta yang disajikan berupa dakta pribadi yang subyektif dan tidak dapat dibuktikan benar tidaknya serta tidak ditulis secara ilmiah, karya tulis tersebut termasuk karya tulis non ilmiah.
Bentuk Karya Ilmiah
Dalam karya ilmiah dikenal antara lain berbentuk makalah, report atau laporan ilmiah yang dibukukan, dan buku ilmiah.
1. Karya Ilmiah Berbentuk Makalah
Makalah pada umumnya disusun untuk penulisan didalam publikasi ilmiah, misalnya jurnal ilmu pengetahuan, proceeding untuk seminar bulletin, atau majalah ilmu pengetahuan dan sebagainya. Maka ciri pokok makalah adalah singkat, hanya pokok-pokok saja dan tanpa daftar isi.
2. Karya Ilmiah Berbentuk Report/ Laporan Ilmiah Yang Dibukukan
Karya ilmiah jenis ini biasanya ditulis untuk melaporkan hasil-hasil penelitian, observasi, atau survey yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok orang. Laporan ilmiah yang menjadi persyaratan akademis di perguruan tinggi biasanya disebut Skripsi, yang biasanya dijadikan persyaratan untuk karya ilmiah jenjang S1, Tesis untuk jenjang S2, dan Disertasi untuk jenjang S3.
3. Buku Ilmiah
Buku ilmiah adalah karya ilmiah yang tersusun dan tercetak dalam bentuk buku oleh sebuah penerbit buku umum untuk dijual secara komersial di pasaran. Buku ilmiah dapat berisi pelajaran khusus sampai ilmu pengetahuan umum yang lain.
Ciri-Ciri Karya Ilmiah
1. Struktur Sajian
Struktur sajian karya ilmiah sangat ketat, biasanya terdiri dari bagian awal (pendahuluan), bagian inti (pokok pembahasan), dan bagian penutup. Bagian awal merupakan pengantar ke bagian inti, sedangkan inti merupakan sajian gagasan pokok yang ingin disampaikan yang dapat terdiri dari beberapa bab atau subtopik. Bagian penutup merupakan kesimpulan pokok pembahasan serta rekomendasi penulis tentang tindak lanjut gagasan tersebut.
2. Komponen dan Substansi
Komponen karya ilmiah bervariasi sesuai dengan jenisnya, namun semua karya ilmiah mengandung pendahuluan, bagian inti, penutup, dan daftar pustaka. Artikel ilmiah yang dimuat dalam jurnal mempersyaratkan adanya abstrak.
3. Sikap Penulis
Sikap penulis dalam karya ilmiah adalah objektif, yang disampaikan dengan menggunakan gaya bahasa impersonal, dengan banyak menggunakan bentuk pasif, tanpa menggunakan kata ganti orang pertama atau kedua.
4. Penggunaan Bahasa
Bahasa yang digunakan dalam karya ilmiah adalah bahasa baku yang tercermin dari pilihan kata / istilah, dan kalimat-kalimat yang efektif dengan struktur yang baku.
Macam-Macam Karya Ilmiah
1. Skripsi; adalah karya tulis (ilmiah) mahasiswa untuk melengkapi syarat mendapatkan gelar sarjana (S1). Skripsi ditulis berdasarkan pendapat (teori) orang lain. Pendapat tersebut didukung data dan fakta empiris-obyektif, baik berdasarkan penelitian langsung, observasi lapangan / penelitian di laboratorium, ataupun studi kepustakaan. Skripsi menuntut kecermatan metodologis hingga menggaransi ke arah sumbangan material berupa penemuan baru.
2. Tesis; adalah jenis karya tulis dari hasil studi sistematis atas masalah. Tesis mengandung metode pengumpulan, analisis dan pengolahan data, dan menyajikan kesimpulan serta mengajukan rekomendasi. Orisinalitas tesis harus nampak, yaitu dengan menunjukkan pemikiran yang bebas dan kritis. Penulisannya baku dan tesis dipertahankan dalam sidang. Tesis juga bersifat argumentative dan dihasilkan dari suatu proses penelitian yang memiliki bobot orisinalitas tertentu.
3. Disertasi; adalah karya tulis ilmiah resmi akhir seorang mahasiswa dalam menyelesaikan program S3 ilmu pendidikan. Disertasi merupakan bukti kemampuan yang bersangkutan dalam melakukan penelitian yang berhubungan dengan penemuan baru dalam salah satu disiplin ilmu pendidikan.
Sikap Ilmiah
Dalam penulisan karya ilmiah, terdapat 7 sikap ilmiah yang merupakan sikap yang harus ada. Sikap-sikap ilmiah tersebut adalah sebagai berikut :
1)    Sikap ingin tahu
Sikap ingin tahu ini terlihat pada kebiasaan bertanya tentang berbagai hal yang berkaitan dengan bidang kajiannya.
2)    Sikap kritis
Sikap kritis ini terlihat pada kebiasaan mencari informasi sebanyak mungkin berkaitan dengan bidang kajiannya untuk dibanding-banding kelebihan -kekurangannya, kecocokan-tidaknya, kebenaran-tidaknya, dan sebagainya.
3)    Sikap obyektif
Sikap objektif ini terlihat pada kebiasaan menyatakan apa adanya, tanpa diikuti perasaan pribadi.
4)    Sikap ingin menemukan
Selalu memberikan saran-saran untuk eksperimen baru. Kebiasaan menggunakan eksperimen-eksperimen dengan cara yang baik dan konstruktif. Selalu memberikan konsultasi yang baru dari pengamatan yang dilakukannya.
5)    Sikap menghargai karya orang lain
Sikap menghargai karya orang lain ini terlihat pada kebiasaan menyebutkan sumber secara jelas sekiranya pernyataan atau pendapat yang disampaikan memang berasal dari pernyataan atau pendapat orang lain.
6)    Sikap tekun
Tidak bosan mengadakan penyelidikan, bersedia mengulangi eksperimen yang hasilnya meragukan, tidak akan berhenti melakukan kegiatan-kegiatan apabila belum selesai. Terhadap hal-hal yang ingin diketahuinya ia berusaha bekerja dengan teliti.
7)    Sikap terbuka
Sikap terbuka ini terlihat pada kebiasaan mau mendengarkan pendapat, argumentasi, kritik, dan keterangan orang lain, walaupun pada akhirnya pendapat, argumentasi, kritik, dan keterangan orang lain tersebut tidak diterima karena tidak sepaham atau tidak sesuai.
http://id.shvoong.com/how-to/writing/2222452-pengertian-ciri-dan-syarat-karya/
http://skinhead4life-carigaragara.blogspot.com/2010/03/hakikat-karya-ilmiah-ciri-ciri-karya.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar