LIMBAH
CAIR RUMAH TANGGA DENGAN PENCEMARAN TANAH
A. PENGERTIAN
Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga). Di mana masyarakat bermukim, di sanalah berbagai jenis limbah akan dihasilkan. Ada sampah, ada air kakus (black water), dan ada air buangan dari berbagai aktivitas domestik lainnya (grey water). Berdasarkan Wujudnya menurut Ign Suharto, 2011, limbah dibedakan menjadi tiga, yaitu: limbah dalam wujud padat,gas, dan cair
Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga). Di mana masyarakat bermukim, di sanalah berbagai jenis limbah akan dihasilkan. Ada sampah, ada air kakus (black water), dan ada air buangan dari berbagai aktivitas domestik lainnya (grey water). Berdasarkan Wujudnya menurut Ign Suharto, 2011, limbah dibedakan menjadi tiga, yaitu: limbah dalam wujud padat,gas, dan cair
1. Limbah padat, limbah padat adalah
limbah yang berwujud padat. Limbah padat bersifat kering, tidak dapat berpindah
kecuali ada yang memindahkannya. Limbah padat ini misalnya, sisa makanan,
sayuran, potongan kayu, sobekan kertas, sampah, plastik, dan logam
2. Limbah cair, limbah cair adalah
limbah yang berwujud cair. Limbah cair terlarut dalam air, selalu berpindah,
dan tidak pernah diam. Contoh limbah cair adalah air bekas mencuci pakaian, air
bekas pencelupan warna pakaian, dan sebagainya.
3. Limbah gas, limbah gas adalah limbah
zat (zat buangan) yang berwujud gas. Limbah gas dapat dilihat dalam bentuk
asap. Limbah gas selalu bergerak sehingga penyebarannya sangat luas. Contoh
limbah gas adalah gas pembuangan kendaraan bermotor. Pembuatan bahan bakar
minyakjuga menghasilkan gas buangan yang berbahaya bagi lingkungan.
Pencemaran tanah adalah keadaan di mana bahan kimia buatan
manusia masuk dan merubah lingkungan tanah alami. Pencemaran ini biasanya
terjadi karena: kebocoran limbah cair atau bahan kimia industri atau fasilitas
komersial; penggunaan pestisida; masuknya air permukaan tanah tercemar ke dalam
lapisan sub-permukaan; kecelakaan kendaraaan pengangkut minyak, zat kimia, atau
limbah; air limbah dari tempat penimbunan sampah serta limbah industri yang
langsung dibuang ke tanah secara tidak memenuhi syarat (illegal dumping).
B.
IDENTIFIKASI MASALAH
1.
BAB di sungai
2.
Tercemarnya tanah akibat limbah cair
rumah tangga
3.
Tercemarnya badan air akibat limbah cair
rumah tangga
4.
Adanya bau tidak sedap akibat limbah
cair rumah tangga langsung dialirkan ke parit-parit
5.
Kurangnya air bersih karena sumber air
berdekatan dengan septic tank
C.
ANALISA MASALAH
1. BAB
di sungai
Setelah
di analisa masih banyak masyarakat yang BAB disungai karena masih minimnya
masyarakat yang mempunyai jamban sendiri dirumah mereka. Akibatnya mencemari
air disungai, menimbulkan bau yang tidak sedap, dan menimbulkan pemandangan
yang kurang sopan.
2. Tercemarnya
tanah
Tercemarnya
tanah karena limbah domestik rumah tangga seperti kegiatan hasil sisa cucian
dan mandi dari masyarakat langsung dibuang ke badan tanah dan parit-parit
disamping dan didepan rumah sehingga zat-zat kimia dan mikroorganisme yang
terkandung dalam kegiatan tersebut masuk kedalam tanah . Sehingga dapat
mencemari air tanah dan menimbulkan
menurunnya kualitas tanah dan
menimbulkan munculnya serangga dan binatang-binatang lain seperti kecoa dan
tikus sehingga mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat yang tinggal
didaerah tersebut.
3. Tercemarnya
air
Tercemarnya
air karena sisa hasil kegiatan rumah tangga yang berupa zat kimia dan
mikroorganisme yang terkandung zat berat dan zat-zat kima langsung dialirkan keselokan sehingga
mengganggu kualitas air dari badan tanah dan menyebabkan kualitas air turun.
4. Adanya
bau tidak sedap
karena
hasil cuci dan mencuci rumah tangga dalam kegiatan sehari yang mengandung bahan
organik dan kimia dibuang ke parit-parit sehingga menimbulkan bau yang tidak
sedap apabila tinggal atau melewati daerah tersebut.akibatnya mengganggu
kenyamanan masyarakat yang tinggal didaerah tersebut..
5. Kurangnya
air sehat untuk dikonsumsi
Pada
daerah perumahan masih banyak sistem pembuatan pembuangan tinja kurang dikelola
dengan baik. hal ini dapat kita lihat dari segi tempat pembuatan septic tank
yang berdekatan dengan sumber air masyarakat . seharusnya pembuatan septic tank
berjarak sekitar tidak kurang dari 10 meter dari sumber air. namun yang kami
lihat dilapangan jarak septic tank dan sumber milik masyarakat hanya sekitar
3m-5m saja. Akibat dari dekatnya tempat pembuangan kotoran ini dengan septic
tank mengakibatkan sumber air tercemar yang menimbulkan bau yang kurang sedap
sehingga menyebabkan air tidak sehat untuk dikonsumsi secara fisik dan kimia
D. SOLUSI
1. BAB
di sungai
Pembuatan jamban keluarga dimasing-masing rumah warga dan pembuatan jamban untuk masyarakat
umum yang ekonominya masih sangat lemah .Kementerian Kesehatan menetapkan tujuh syarat untuk membuat
jamban sehat. Persyaratan tersebut adalah:
1. Tidak mencemari air
Saat menggali tanah untuk lubang
kotoran, usahakan agar dasar lubang kotoran tidak mencapai permukaan air tanah
maksimum. Jika keadaan terpaksa, dinding dan dasar lubang kotoran harus
dipadatkan dengan tanah liat atau diplester. Jarang lubang kotoran ke sumur
sekurang-kurangnya 10 meter. Letak lubang kotoran lebih rendah daripada letak
sumur agar air kotor dari lubang kotoran tidak merembes dan mencemari sumur.
Tidak membuang air kotor dan buangan air besar ke dalam selokan, empang, danau,
sungai, dan laut
2. Tidak mencemari tanah permukaan
Tidak
buang besar di sembarang tempat, seperti kebun, pekarangan, dekat sungai, dekat
mata air, atau pinggir jalan. Jamban yang sudah penuh agar segera disedot untuk
dikuras kotorannya, atau dikuras, kemudian kotoran ditimbun di lubang galian.
3.
Bebas
dari serangga
Jika
menggunakan bak air atau penampungan air, sebaiknya dikuras setiap minggu. Hal
ini penting untuk mencegah bersarangnya nyamuk demam berdarah. Ruangan dalam
jamban harus terang. Bangunan yang gelap dapat menjadi sarang nyamuk. Lantai
jamban diplester rapat agar tidak terdapat celah-celah yang bisa menjadi sarang
kecoa atau serangga lainnya. Lantai jamban harus selalu bersih dan kering.
Lubang jamban, khususnya jamban cemplung, harus tertutup
4.
Tidak
menimbulkan bau dan nyaman digunakan
Jika
menggunakan jamban cemplung, lubang jamban harus ditutup setiap selesai
digunakan. Jika menggunakan jamban leher angsa, permukaan leher angsa harus
tertutup rapat oleh air. Lubang buangan kotoran sebaiknya dilengkapi dengan
pipa ventilasi untuk membuang bau dari dalam lubang kotoran. Lantan jamban
harus kedap air dan permukaan bowl licin. Pembersihan harus dilakukan
secara berkala.
5.
Aman
digunakan oleh pemakainya
Pada tanah
yang mudah longsor, perlu ada penguat pada dinding lubang kotoran dengan
pasangan bata atau selongsong anyaman bambu atau bahan penguat lain yang
terdapat di daerah setempat.
6. Mudah dibersihkan dan tak
menimbulkan gangguan bagi pemakainya
Lantai
jamban rata dan miring ke arah saluran lubang kotoran. Jangan membuang
plastic, puntung rokok, atau benda lain ke saluran kotoran karena dapat
menyumbat saluran. Jangan mengalirkan air cucian ke saluran atau lubang kotoran
karena jamban akan cepat penuh. Hindarkan cara penyambungan aliran dengan sudut
mati. Gunakan pipa berdiameter minimal 4 inci. Letakkan pipa dengan kemiringan
minimal 2:100
7. Tidak menimbulkan pandangan yang
kurang sopan
Jamban harus berdinding dan
berpintu. Dianjurkan agar bangunan jamban beratap sehingga pemakainya terhindar
dari kehujanan dan kepanasan.
2. Tercemarnya
tanah
Air
limbah hasil kegiatan rumah tangga tidak langsung dibuang keselokan dan badan
tanah agar tidak mencemari tanah. Air limbah rumah tangga tersebut sebelum
dibuang ke parit dan badan tanah harus diolah terlebih dahulu agar zat-zat
berbahaya yang terkandung dalam air berkurang ataupun tidak ada sama sekali
agar tanah mudah untuk menetralisirnya dan tidak mencemari air tanah.
3. Tercemarnya
air
Akibat dari air limbah rumah tangga
dibuang keselokan membuat kualitas air menjadi turun. Meskipun airnya terlihat
seperti bersih jernih, dan tidak berasa, tapi airnya masih ada bau tentu saja
hal ini belum bisa disebut sebagai air yang sehat dikonsumsi. Solusi pengolahan
air limbah agar tidak mencemari air yaitu dengan cara membuat sumur resapan.
Manfaat sumur resapan ini antara lain:
1.
Mengurangi
aliran permukaan sehingga dapat mencegah / mengurangi terjadinya banjir
dan genangan air.
2.
Mempertahankan
dan meningkatkan tinggi permukaan air tanah.
3.
Mengurangi
erosi dan sedimentasi
4.
Mengurangi
/ menahan intrusi air laut bagi daerah yang berdekatan dengan kawasan
pantai
5.
Mencegah
penurunan tanah (land subsidance)
6.
Mengurangi
konsentrasi pencemaran air tanah.
4. Adanya
bau tidak sedap
Adanya bau tidak sedap tentu mengganggu
kenyamanan kita. Solusi untuk mengatasinya yaitu dengan cara menggunaka
teknologi EGA (Ecotech Garden) yang merupakan teknologi tepat guna sebagai
alternatif untuk mengolah air selokan yang tercemar oleh grey water
dengan memanfaatkan proses biologis dari tanaman hias air.
Cara kerja dari EGA itu sendiri
sebagai berikut:
Pengaliran
grey water ke EGA, dilakukan dengan cara memasang bendung di
selokan, sehingga air dapat dibelokkan ke EGA. Sistem EGA tersebut dapat
dibangun di halaman rumah, atau taman taman yang ada di kompleks perumahan atau
di bagian atas suatu situ atau danau alami.
EGA akan
menyaring unsur unsur hara (pupuk) yang terkandung didalam air , dan unsur
bahan pencemar air lainnya. Unsur pupuk digunakan oleh tanaman untuk bertumbuh,
sedangkan unsur pencemar, disaring oleh akar dan media penahan tanaman.
Air yang
keluar dari EGA (sudah disaring secara biologis), dapat dialirkan kembali ke
selokan dibagian hilir bendung, atau dialirkan ke waduk, dan sumber sumber air
lainnya. Karena bahan cemaran dalam air sudah berkurang, maka kualitas air yang
dikembalikan ke selokan atau ke badan badan air lainnya, sudah lebih baik dari
kualitas air sebelum melalui EGA.
Pemanfaatan
EGA ini sangatlah baik dimana seperti yang kita ketahui jumlah orang yang belum
sadar akan pentingnya kebersihan lingkungan khususnya di Indonesia sendiri
masihlah sangat sedikit. Dengan teknologi EGA ini kita bisa membantu bumi
kita agar lebih sehat lagi dan kita juga bisa mengurangi penyakit dimana
seperti yang kita ketahui bahwa lingkungan yang kotor itu bisa menyebabkan
banyak penyakit.
Teknologi EGA ini sendiri memiliki
banyak manfaat lain selain membantu pengolahan grey water yaitu bisa
menambah estetika lingkungan di pemukiman, dapat menurunkan bau dengan kadar
sampai 50%, air sisa olahan juga bisa digunakan lagi untuk pengairan kolam ikan
PROSES PENYERAPAN UNSUR PENCEMAR
adalah:

1. BOD
air limbah diturunkan melalui proses oksidasi dan reduksi (fermentasi
aerobic)
2. Amonium
(NH4N), dioksidasi oleh bakteri autotrop pada rizosphere menjadi nitrat dan
kemudian nitrit, akhirnya pada kondisi anaerobik dirubah oleh bakteri
fakultatif anaerobik pada tanah menjadi gas N2
3. Fosfat
diikat oleh keloid Fe, Ca dan Al yang ada dalam tanah pada kondisi aerobik,
oksidasi pada daerah rhizosphere juga dapat mengurangi keracunan tumbuhan
akibat gas H2S dan juga mengurangi kadar Fe dan Mn dari limbah.
Keunggulan
EGA

1. Menambah estetika lingkungan
permukiman yang nyaman.
2. Mengurangi pencemaran sungai, karena
zat-zat pencemar seperti BOD, Total-N dan Total-P diserap oleh tanaman.
3. Dapat menurunkan bau, dengan
indikator dari penurunan kadar Amonia sebesar 50 % (semula 10,50 mg/L turun di
outlet EGA menjadi 5,3 mg/L) sedangkan kriteria limbah domestik berbau
minimal 6 mg/L (Arnold S.Vernik,1987)
4. Tidak memerlukan biaya operasional
yang mahal karena pengaliran air kotor menggunakan gaya gravitasi, bukan dengan
pompa atau pipa.
5. Dapat menambah pendapatan dari
penjualan bibit bunga yang dihasilkan, yaitu ±Rp.219.000 per tahun,atau
Rp.106.000,-per m2, walau harga cenderung menurun bila ada jenis
tanaman hias baru.
6. Air sisa olahan dapat digunakan
kembali, salah satunya untuk mengairi kolam ikan.
5. Kurangnya
air sehat untuk dikonsumsi
Sebanyak 70 persen lebih atau sekitar 2/3 tubuh manusia terdiri atas air.
Oleh sebab itu air sangat penting dalam kehidupan manusia. Warna yang jernih
saja tak cukup mencirikan syarat air bersih yang layak untuk diminum, dan
tidak berdampak buruk bagi kesehatan. Agar tidak membahayakan dan aman
dikonsumsi, air harus melewati proses pengolahan untuk menghilangkan
kuman-kuman dan bakteri patogen penyebab penyakit seperti disentri, tipus, dan
kolera. Syarat Fisika, yakni air minum harus tidak boleh berbau, tidak berasa,
mengandung TDS500 mg/l atau total zat padat yang terlarut, berwarna maksimal 15
TCU, dan suhu udara 3 derajat Celcius.Sedangkan syarat Kimia adalah berkaitan
dengan zat kimia yang terlarut dalam air dan tercantum dalam undang-undang
berapa jumlah maksimalnya. Selanjutnya, syarat Mikrobiologi adalah dalam 100 ml
air, total koliform tinja harus nol dan bebas dari bakteri E.Coli. Terakhir,
syarat Radioaktif adalah air minum harus bebas dari zat-zat radioaktif. syarat
air bersih yang layak untuk diminum, menurut Badan Kesehatan Dunia dari PBB
atau WHO juga menyebutkan keasaman air berkisar antara 6,5 hingga 8,5,
mengandung mineral di bawah 500, bebas dari zat kimia beracun, logam berat,
pestisida, dan tidak mengandung bahan radioaktif.
Solusi untuk mengatasi kekurangan air minum
ini dapat masyarakat lakukan dengan berlangganan PDAM ataupun membeli air
gallon yang resmi. Solusi sederhana agar air layak konsumsi yaitu dengan cara
melakukan penyaringan pada air. Berikut ini tahapan umum dari penjernihan air yang sering
dibuat oleh masyarakat, yaitu penyaringan, pengendapan, absorbsi, dan adsorbs.
1. Penyaringan
Penyaringan atau filtrasi merupakan
proses pemisahan padatan yang terlarut di dalam air. Pada proses ini, filter
berperan memisahkan air dari partikel-partikel padatan. Bahan padatan yang
disaring untuk dipisahkan dari air antara lain kayu, daun, pasir, dan lumpur.
2. Pengendapan
Pengendapan bertujuan untuk
memisahkan air dan partikel-partikel padat yang terdapat di dalam air dengan
memanfaatkan gaya gravitasi. Benda atau padatan yang berat jenisnya lebih besar
daripada air akan mengendap di dasar bak pengendapan.
3. Absorbsi
Absorbsi merupakan peristiwa
penyerapan bahan-bahan tertentu yang terlarut di dalam air. Bahan yang
digunakan untuk menyerap disebut absorben. Absorben inilah yang akan digunakan
sebagai filter. Umumnya absorben yang digunakan adalah karbon aktif. Contoh:
arang batok kelapa dan batu bara.
4. Adsorpsi
Adsorpsi merupakan proses
penangkapan ion-ion yang terdapat di dalam air. Zat penangkap ion disebut
sebagai adsorben. Adsorben yang biasa digunakan dalam proses adsorpsi adalah
zeolite dan resin.
D.PROGRAM STBM
Sanitasi Total Berbasis Masyarakat
(STBM) merupakan
pendekatan untuk merubah perilaku higiene dan sanitasi melalui pemberdayaan
masyarakat dengan metode pemicuan.
Indikator outcome STBM yaitu menurunnya kejadian penyakit diare dan penyakit berbasis lingkungan lainnya yang berkaitan dengan sanitasi dan perilaku. Sedangkan indikator output STBM adalah sebagai berikut :
Indikator outcome STBM yaitu menurunnya kejadian penyakit diare dan penyakit berbasis lingkungan lainnya yang berkaitan dengan sanitasi dan perilaku. Sedangkan indikator output STBM adalah sebagai berikut :
· Setiap individu dan komunitas
mempunyai akses terhadap sarana sanitasi dasar sehingga dapat mewujudkan
komunitas yang bebas dari buang air di sembarang tempat (ODF).
· Setiap rumahtangga telah menerapkan
pengelolaan air minum dan makanan yang aman di rumah tangga.
· Setiap rumah tangga dan sarana
pelayanan umum dalam suatu komunitas (seperti sekolah, kantor, rumah makan,
puskesmas, pasar, terminal) tersedia fasilitas cuci tangan (air, sabun, sarana
cuci tangan), sehingga semua orang mencuci tangan dengan benar.
· Setiap rumah tangga mengelola
limbahnya dengan benar.
· Setiap rumah tangga mengelola
sampahnya dengan benar.
E. KESIMPULAN
Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga). Di mana masyarakat bermukim, di sanalah berbagai jenis limbah akan dihasilkan. Ada sampah, ada air kakus (black water), dan ada air buangan dari berbagai aktivitas domestik lainnya (grey water).. Kehadiran limbah pada suatu saat dan tempat tertentu tidak dikehendaki lingkungan karena tidak memiliki nilai ekonomis. yang dimaksud dengan limbah cair adalah sisa dari suatu hasil usaha dan atau kegiatan berwujud cair yang dibuang ke lingkungan dan diduga dapat menurunkan kualitas lingkungan.
Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga). Di mana masyarakat bermukim, di sanalah berbagai jenis limbah akan dihasilkan. Ada sampah, ada air kakus (black water), dan ada air buangan dari berbagai aktivitas domestik lainnya (grey water).. Kehadiran limbah pada suatu saat dan tempat tertentu tidak dikehendaki lingkungan karena tidak memiliki nilai ekonomis. yang dimaksud dengan limbah cair adalah sisa dari suatu hasil usaha dan atau kegiatan berwujud cair yang dibuang ke lingkungan dan diduga dapat menurunkan kualitas lingkungan.
Air limbah
sebelum dilepas ke pembuangan akhir harus menjalani pengolahan terlebih dahulu.
Pengelolaan yang paling sederhana ialah pengelolaan dengan menggunakan pasir
dan benda-benda terapung melalui bak penangkap pasir dan saringan.
DAFTAR PUSTAKA
https://pengelolaanlimbah.wordpress.com/category/a-pengertian-limbah/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar