Sabtu, 05 Maret 2016

KESLING



LIMBAH CAIR RUMAH TANGGA DENGAN PENCEMARAN TANAH
A.    PENGERTIAN
       Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga). Di mana masyarakat bermukim, di sanalah berbagai jenis limbah akan dihasilkan. Ada sampah, ada
air kakus (black water), dan ada air buangan dari berbagai aktivitas domestik lainnya (grey water). Berdasarkan Wujudnya menurut Ign Suharto, 2011, limbah dibedakan menjadi tiga, yaitu: limbah dalam wujud padat,gas, dan cair
1.   Limbah padat, limbah padat adalah limbah yang berwujud padat. Limbah padat bersifat kering, tidak dapat berpindah kecuali ada yang memindahkannya. Limbah padat ini misalnya, sisa makanan, sayuran, potongan kayu, sobekan kertas, sampah, plastik, dan logam
2.   Limbah cair, limbah cair adalah limbah yang berwujud cair. Limbah cair terlarut dalam air, selalu berpindah, dan tidak pernah diam. Contoh limbah cair adalah air bekas mencuci pakaian, air bekas pencelupan warna pakaian, dan sebagainya.
3.   Limbah gas, limbah gas adalah limbah zat (zat buangan) yang berwujud gas. Limbah gas dapat dilihat dalam bentuk asap. Limbah gas selalu bergerak sehingga penyebarannya sangat luas. Contoh limbah gas adalah gas pembuangan kendaraan bermotor. Pembuatan bahan bakar minyakjuga menghasilkan gas buangan yang berbahaya bagi lingkungan.
Pencemaran tanah adalah keadaan di mana bahan kimia buatan manusia masuk dan merubah lingkungan tanah alami. Pencemaran ini biasanya terjadi karena: kebocoran limbah cair atau bahan kimia industri atau fasilitas komersial; penggunaan pestisida; masuknya air permukaan tanah tercemar ke dalam lapisan sub-permukaan; kecelakaan kendaraaan pengangkut minyak, zat kimia, atau limbah; air limbah dari tempat penimbunan sampah serta limbah industri yang langsung dibuang ke tanah secara tidak memenuhi syarat (illegal dumping).
B.    IDENTIFIKASI MASALAH
1.     BAB di sungai
2.     Tercemarnya tanah akibat limbah cair rumah tangga
3.     Tercemarnya badan air akibat limbah cair rumah tangga
4.     Adanya bau tidak sedap akibat limbah cair rumah tangga langsung dialirkan ke parit-parit
5.     Kurangnya air bersih karena sumber air berdekatan dengan septic tank
C.    ANALISA MASALAH
1.     BAB di sungai
Setelah di analisa masih banyak masyarakat yang BAB disungai karena masih minimnya masyarakat yang mempunyai jamban sendiri dirumah mereka. Akibatnya mencemari air disungai, menimbulkan bau yang tidak sedap, dan menimbulkan pemandangan yang kurang sopan.
2.     Tercemarnya tanah
Tercemarnya tanah karena limbah domestik rumah tangga seperti kegiatan hasil sisa cucian dan mandi dari masyarakat langsung dibuang ke badan tanah dan parit-parit disamping dan didepan rumah sehingga zat-zat kimia dan mikroorganisme yang terkandung dalam kegiatan tersebut masuk kedalam tanah . Sehingga dapat mencemari air tanah  dan menimbulkan menurunnya  kualitas tanah dan menimbulkan munculnya serangga dan binatang-binatang lain seperti kecoa dan tikus sehingga mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat yang tinggal didaerah tersebut.
3.     Tercemarnya air
Tercemarnya air karena sisa hasil kegiatan rumah tangga yang berupa zat kimia dan mikroorganisme yang terkandung zat berat dan zat-zat kima  langsung dialirkan keselokan sehingga mengganggu kualitas air dari badan tanah dan menyebabkan kualitas air turun.
4.     Adanya bau tidak sedap
karena hasil cuci dan mencuci rumah tangga dalam kegiatan sehari yang mengandung bahan organik dan kimia dibuang ke parit-parit sehingga menimbulkan bau yang tidak sedap apabila tinggal atau melewati daerah tersebut.akibatnya mengganggu kenyamanan masyarakat yang tinggal didaerah tersebut..
5.     Kurangnya air sehat untuk dikonsumsi
Pada daerah perumahan masih banyak sistem pembuatan pembuangan tinja kurang dikelola dengan baik. hal ini dapat kita lihat dari segi tempat pembuatan septic tank yang berdekatan dengan sumber air masyarakat . seharusnya pembuatan septic tank berjarak sekitar tidak kurang dari 10 meter dari sumber air. namun yang kami lihat dilapangan jarak septic tank dan sumber milik masyarakat hanya sekitar 3m-5m saja. Akibat dari dekatnya tempat pembuangan kotoran ini dengan septic tank mengakibatkan sumber air tercemar yang menimbulkan bau yang kurang sedap sehingga menyebabkan air tidak sehat untuk dikonsumsi secara fisik dan kimia
D.    SOLUSI
1.   BAB di sungai
Pembuatan jamban  keluarga dimasing-masing rumah  warga dan pembuatan jamban untuk masyarakat umum yang ekonominya masih sangat lemah .Kementerian Kesehatan menetapkan tujuh syarat untuk membuat jamban sehat.  Persyaratan tersebut adalah:
1.   Tidak mencemari air
Saat menggali tanah untuk lubang kotoran, usahakan agar dasar lubang kotoran tidak mencapai permukaan air tanah maksimum. Jika keadaan terpaksa, dinding dan dasar lubang kotoran harus dipadatkan dengan tanah liat atau diplester. Jarang lubang kotoran ke sumur sekurang-kurangnya 10 meter. Letak lubang kotoran lebih rendah daripada letak sumur agar air kotor dari lubang kotoran tidak merembes dan mencemari sumur. Tidak membuang air kotor dan buangan air besar ke dalam selokan, empang, danau, sungai, dan laut
2.   Tidak mencemari tanah permukaan
Tidak buang besar di sembarang tempat, seperti kebun, pekarangan, dekat sungai, dekat mata air, atau pinggir jalan. Jamban yang sudah penuh agar segera disedot untuk dikuras kotorannya, atau dikuras, kemudian kotoran ditimbun di lubang galian.
3.   Bebas dari serangga
Jika menggunakan bak air atau penampungan air, sebaiknya dikuras setiap minggu. Hal ini penting untuk mencegah bersarangnya nyamuk demam berdarah. Ruangan dalam jamban harus terang. Bangunan yang gelap dapat menjadi sarang nyamuk. Lantai jamban diplester rapat agar tidak terdapat celah-celah yang bisa menjadi sarang kecoa atau serangga lainnya. Lantai jamban harus selalu bersih dan kering. Lubang jamban, khususnya jamban cemplung, harus tertutup
4.   Tidak menimbulkan bau dan nyaman digunakan
Jika menggunakan jamban cemplung, lubang jamban harus ditutup setiap selesai digunakan. Jika menggunakan jamban leher angsa, permukaan leher angsa harus tertutup rapat oleh air. Lubang buangan kotoran sebaiknya dilengkapi dengan pipa ventilasi untuk membuang bau dari dalam lubang kotoran. Lantan jamban harus kedap air dan permukaan bowl licin. Pembersihan harus dilakukan secara berkala.
5.   Aman digunakan oleh pemakainya
Pada tanah yang mudah longsor, perlu ada penguat pada dinding lubang kotoran dengan pasangan bata atau selongsong anyaman bambu atau bahan penguat lain yang terdapat di daerah setempat.
6.   Mudah dibersihkan dan tak menimbulkan gangguan bagi pemakainya
Lantai jamban rata dan miring ke arah saluran lubang kotoran.  Jangan membuang plastic, puntung rokok, atau benda lain ke saluran kotoran karena dapat menyumbat saluran. Jangan mengalirkan air cucian ke saluran atau lubang kotoran karena jamban akan cepat penuh. Hindarkan cara penyambungan aliran dengan sudut mati. Gunakan pipa berdiameter minimal 4 inci. Letakkan pipa dengan kemiringan minimal 2:100
7.   Tidak menimbulkan pandangan yang kurang sopan
Jamban harus berdinding dan berpintu. Dianjurkan agar bangunan jamban beratap sehingga pemakainya terhindar dari kehujanan dan kepanasan.

2.   Tercemarnya tanah
Air limbah hasil kegiatan rumah tangga tidak langsung dibuang keselokan dan badan tanah agar tidak mencemari tanah. Air limbah rumah tangga tersebut sebelum dibuang ke parit dan badan tanah harus diolah terlebih dahulu agar zat-zat berbahaya yang terkandung dalam air berkurang ataupun tidak ada sama sekali agar tanah mudah untuk menetralisirnya dan tidak mencemari air tanah.
3.   Tercemarnya air
Akibat dari air limbah rumah tangga dibuang keselokan membuat kualitas air menjadi turun. Meskipun airnya terlihat seperti bersih jernih, dan tidak berasa, tapi airnya masih ada bau tentu saja hal ini belum bisa disebut sebagai air yang sehat dikonsumsi. Solusi pengolahan air limbah agar tidak mencemari air yaitu dengan cara membuat sumur resapan. Manfaat sumur resapan ini antara lain:
1.     Mengurangi aliran permukaan  sehingga dapat mencegah / mengurangi terjadinya banjir dan genangan air.
2.     Mempertahankan dan meningkatkan tinggi permukaan air tanah.
3.     Mengurangi erosi dan sedimentasi
4.     Mengurangi / menahan intrusi air laut  bagi daerah yang berdekatan dengan kawasan pantai
5.     Mencegah penurunan  tanah (land subsidance)
6.     Mengurangi konsentrasi pencemaran air tanah.
4.   Adanya bau tidak sedap
Adanya bau tidak sedap tentu mengganggu kenyamanan kita. Solusi untuk mengatasinya yaitu dengan cara menggunaka teknologi EGA (Ecotech Garden) yang merupakan teknologi tepat guna sebagai alternatif untuk mengolah air selokan yang tercemar oleh grey water dengan memanfaatkan proses biologis dari tanaman hias air.  Cara kerja dari EGA itu sendiri sebagai berikut:
Pengaliran grey water ke EGA, dilakukan dengan cara memasang bendung di selokan, sehingga air dapat dibelokkan ke EGA. Sistem EGA tersebut dapat dibangun di halaman rumah, atau taman taman yang ada di kompleks perumahan atau di bagian atas suatu situ atau danau alami.

EGA akan menyaring unsur unsur hara (pupuk) yang terkandung didalam air , dan unsur bahan pencemar air lainnya. Unsur pupuk digunakan oleh tanaman untuk bertumbuh, sedangkan unsur pencemar, disaring oleh akar dan media penahan tanaman.

Air yang keluar dari EGA (sudah disaring secara biologis), dapat dialirkan kembali ke selokan dibagian hilir bendung, atau dialirkan ke waduk, dan sumber sumber air lainnya. Karena bahan cemaran dalam air sudah berkurang, maka kualitas air yang dikembalikan ke selokan atau ke badan badan air lainnya, sudah lebih baik dari kualitas air sebelum melalui EGA.

Pemanfaatan EGA ini sangatlah baik dimana seperti yang kita ketahui jumlah orang yang belum sadar akan pentingnya kebersihan lingkungan khususnya di Indonesia sendiri masihlah sangat sedikit. Dengan teknologi EGA ini kita bisa membantu bumi  kita agar lebih sehat lagi dan kita juga bisa mengurangi penyakit dimana seperti yang kita ketahui bahwa lingkungan yang kotor itu bisa menyebabkan banyak penyakit. 

Teknologi EGA ini sendiri memiliki banyak manfaat lain selain membantu pengolahan grey water yaitu bisa menambah estetika lingkungan di pemukiman, dapat menurunkan bau dengan kadar sampai 50%, air sisa olahan juga bisa digunakan lagi untuk pengairan kolam ikan
1.     BOD air limbah diturunkan melalui proses oksidasi dan reduksi (fermentasi aerobic) 
2.     Amonium (NH4N), dioksidasi oleh bakteri autotrop pada rizosphere menjadi nitrat dan kemudian nitrit, akhirnya pada kondisi anaerobik dirubah oleh bakteri fakultatif anaerobik pada tanah menjadi gas N2 
3.     Fosfat diikat oleh keloid Fe, Ca dan Al yang ada dalam tanah pada kondisi aerobik, oksidasi pada daerah rhizosphere juga dapat mengurangi keracunan tumbuhan akibat gas H2S dan juga mengurangi kadar Fe dan Mn dari limbah.
Keunggulan EGA
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjokI7l4qEsIFqm6wviKafcyhs86mZ0pdzD2E5mIwNXYHAexOO3JPXPK-B0LWMbc2TSRHdzpDVqtQuLZcY1ms41utnWRk-P1jSQTlSkSX8wqzEyunGAruVAV9HNHFeT9DvSNxkD6Uwx0g/s1600/ecotech+.....jpg
1.     Menambah estetika lingkungan permukiman yang nyaman.
2.     Mengurangi pencemaran sungai, karena zat-zat pencemar seperti BOD, Total-N dan Total-P diserap oleh tanaman.
3.     Dapat menurunkan bau, dengan indikator dari penurunan kadar Amonia sebesar 50 % (semula 10,50 mg/L turun di outlet EGA menjadi 5,3 mg/L) sedangkan kriteria limbah domestik berbau minimal 6 mg/L (Arnold S.Vernik,1987)
4.     Tidak memerlukan biaya operasional yang mahal karena pengaliran air kotor menggunakan gaya gravitasi, bukan dengan pompa atau pipa.
5.     Dapat menambah pendapatan dari penjualan bibit bunga yang dihasilkan, yaitu ±Rp.219.000 per tahun,atau Rp.106.000,-per m2, walau harga cenderung menurun bila ada jenis tanaman hias baru.
6.      Air sisa olahan dapat digunakan kembali, salah satunya untuk mengairi kolam ikan.
5.   Kurangnya air sehat untuk dikonsumsi
Sebanyak 70 persen lebih atau sekitar 2/3 tubuh manusia terdiri atas air. Oleh sebab itu air sangat penting dalam kehidupan manusia. Warna yang jernih saja tak cukup mencirikan syarat air bersih yang layak untuk diminum, dan tidak berdampak buruk bagi kesehatan. Agar tidak membahayakan dan aman dikonsumsi, air harus melewati proses pengolahan untuk menghilangkan kuman-kuman dan bakteri patogen penyebab penyakit seperti disentri, tipus, dan kolera. Syarat Fisika, yakni air minum harus tidak boleh berbau, tidak berasa, mengandung TDS500 mg/l atau total zat padat yang terlarut, berwarna maksimal 15 TCU, dan suhu udara 3 derajat Celcius.Sedangkan syarat Kimia adalah berkaitan dengan zat kimia yang terlarut dalam air dan tercantum dalam undang-undang berapa jumlah maksimalnya. Selanjutnya, syarat Mikrobiologi adalah dalam 100 ml air, total koliform tinja harus nol dan bebas dari bakteri E.Coli. Terakhir, syarat Radioaktif adalah air minum harus bebas dari zat-zat radioaktif. syarat air bersih yang layak untuk diminum, menurut Badan Kesehatan Dunia dari PBB atau WHO juga menyebutkan keasaman air berkisar antara 6,5 hingga 8,5, mengandung mineral di bawah 500, bebas dari zat kimia beracun, logam berat, pestisida, dan tidak mengandung bahan radioaktif.
Solusi untuk mengatasi kekurangan air minum ini dapat masyarakat lakukan dengan berlangganan PDAM ataupun membeli air gallon yang resmi. Solusi sederhana agar air layak konsumsi yaitu dengan cara melakukan penyaringan pada air. Berikut ini tahapan umum dari penjernihan air yang sering dibuat oleh masyarakat, yaitu penyaringan, pengendapan, absorbsi, dan adsorbs.
1. Penyaringan
Penyaringan atau filtrasi merupakan proses pemisahan padatan yang terlarut di dalam air. Pada proses ini, filter berperan memisahkan air dari partikel-partikel padatan. Bahan padatan yang disaring untuk dipisahkan dari air antara lain kayu, daun, pasir, dan lumpur.

2. Pengendapan
Pengendapan bertujuan untuk memisahkan air dan partikel-partikel padat yang terdapat di dalam air dengan memanfaatkan gaya gravitasi. Benda atau padatan yang berat jenisnya lebih besar daripada air akan mengendap di dasar bak pengendapan.

3. Absorbsi
Absorbsi merupakan peristiwa penyerapan bahan-bahan tertentu yang terlarut di dalam air. Bahan yang digunakan untuk menyerap disebut absorben. Absorben inilah yang akan digunakan sebagai filter. Umumnya absorben yang digunakan adalah karbon aktif. Contoh: arang batok kelapa dan batu bara.




4. Adsorpsi
Adsorpsi merupakan proses penangkapan ion-ion yang terdapat di dalam air. Zat penangkap ion disebut sebagai adsorben. Adsorben yang biasa digunakan dalam proses adsorpsi adalah zeolite dan resin.
D.PROGRAM STBM
Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) merupakan pendekatan untuk merubah perilaku higiene dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat dengan metode pemicuan.
   Indikator outcome STBM yaitu menurunnya kejadian penyakit diare dan penyakit berbasis lingkungan lainnya yang berkaitan dengan sanitasi dan perilaku. Sedangkan indikator output STBM adalah sebagai berikut :
·   Setiap individu dan komunitas mempunyai akses terhadap sarana sanitasi dasar sehingga dapat mewujudkan komunitas yang bebas dari buang air di sembarang tempat (ODF).
·   Setiap rumahtangga telah menerapkan pengelolaan air minum dan makanan yang aman di rumah tangga.
·   Setiap rumah tangga dan sarana pelayanan umum dalam suatu komunitas (seperti sekolah, kantor, rumah makan, puskesmas, pasar, terminal) tersedia fasilitas cuci tangan (air, sabun, sarana cuci tangan), sehingga semua orang mencuci tangan dengan benar.
·   Setiap rumah tangga mengelola limbahnya dengan benar.
·   Setiap rumah tangga mengelola sampahnya dengan benar.











E. KESIMPULAN
        Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga). Di mana masyarakat bermukim, di sanalah berbagai jenis limbah akan dihasilkan. Ada sampah, ada
air kakus (black water), dan ada air buangan dari berbagai aktivitas domestik lainnya (grey water).. Kehadiran limbah pada suatu saat dan tempat tertentu tidak dikehendaki lingkungan karena tidak memiliki nilai ekonomis. yang dimaksud dengan limbah cair adalah sisa dari suatu hasil usaha dan atau kegiatan berwujud cair yang dibuang ke lingkungan dan diduga dapat menurunkan kualitas lingkungan.
Air limbah sebelum dilepas ke pembuangan akhir harus menjalani pengolahan terlebih dahulu. Pengelolaan yang paling sederhana ialah pengelolaan dengan menggunakan pasir dan benda-benda terapung melalui bak penangkap pasir dan saringan.















DAFTAR PUSTAKA
https://pengelolaanlimbah.wordpress.com/category/a-pengertian-limbah/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar