Senin, 06 Juni 2016

PENYAKIT PADA LAMBUNG



BAB I
LATAR BELAKANG
            Penyakit lambung, sering disebut juga sakit maag adalah yang diakibatkan oleh kelebihan asam lambung, sehingga dinding lambung lama-lama tidak kuat menahan asam lambung tadi sehingga timbul rasa sakit yang sangat mengganggu sipenderita. Gejala khas sakit pada lambung adalah rasa panas di dada, rasa tidak nyaman waktu menelan, dan rasa sakit waktu menelan. Gejala tambahannya meliputi serangan asma yang frekuen, batuk lama rekfakter dengan pengobatan, suara serak, mual dan muntah, nyeri pada dada dan sering sendawa (Abdullah, 2008).
Maag sendiri merupakan kosa kata Belanda yang berarti lambung, yang kemudian di Indonesiakan menjadi maag yaitu sakit pada lambung. Umumnya penyakit ini sering terjadi pada orang bergolongan darah O. Penyakit ini berupa peradangan selaput lendir (mukosa) lambung (gastritis) atau luka mukosa lambung (gastric ulcer) yang dikenal dengan istilah tukak lambung (ulcus pepticum). Lambung dalam keadaan sakit terdapat borok-borok pada mukosa lambung. Borok terjadi akibat tidak seimbangnya sekresi asam lambung-pepsin dan mukus yaitu produk kelenjar pada mukosa lambung yang berfungsi sebagai benteng bagi lapisan mukosa lambung. Karena lambung terletak di rongga perut bagian atas agak ke kiri (ulu hati), maka penderita biasanya mengeluh sakit di bagian itu (Abdullah, 2008).
Gastritis terjadi akibat ketidakseimbangan antara faktor penyebab iritasi lambung atau disebut juga faktor agresif seperti HCl, pepsin, dan factor pertahanan lambung atau faktor defensif yaitu adanya mukus bikarbonat. Penyebab ketidakseimbangan faktor agresif-defensif antara lain adanya infeksi Helicobacter pylori (H.pylori) yang merupakan penyebab yang paling sering (30–
60%), penggunaan obat-obatan yaitu obat golongan Antiinflamasi Non-Steroid
(OAINS), kortikosteroid, obat-obat anti tuberkulosa serta pola hidup dengan tingkat stres tinggi, minum alkohol, kopi, dan merokok (Ritias, dkk., 2000).
Sekitar empat juta penduduk Amerika Serikatmengalami gangguan asam lambung dengan tingkat mortalitas sekitar 15.000 orang per tahun. Angka kejadian gastritis dari hasil penelitian yang dilakukan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia tercatat, Jakarta mencapai 50%, Denpasar 46%, Palembang 35,3%, Bandung 32,5%, Aceh 31,7%, dan Pontianak 31,2% (Kemkes RI, Profil Kesehatan Indonesia, 2009). Pada tahun 2009 tercatat 30.154 penderita gastritis yang mangalami rawat inap di rumah sakit di Indonesia, yang terdiri dari 12.378 orang adalah laki-laki dan 17.396 orang perempuan(Ritias, dkk., 2000).
Dari hasil penelitian para pakar didapatkan jumlah penderita sakit maag antar pria dan wanita, ternyata sakit maag lebih banyak pada wanita, dan dapat menyerang sejak usia dewasa muda hingga lanjut usia. Di Inggris sekitar 6-20% menderita maag / tukak pada usia 55 tahun dengan prevalensi 22% Insidens total untuk segala umur pada tahun 1988 adalah 16 kasus per 1000. Insidens meningkat berdasarkan umur, puncaknya pada 29, 2 kasus per 1000 pada kelompok umur 45-64. Insidens sepanjang usia untuk penyakit maag adalah sekitar 10%.
Beberapa risiko yang memicu dan sangat berkaitan dengan sakit lambung adalah merokok, karena angka kekambuhan sakit lambung dan komplikasi meningkat lebih dari 3x lipat pada perokok yang merokok sigaret secara kontinu. Risiko juga meningkat pada penggunaan obat anti radang non steroid yang dijual bebas untuk sakit rheumatik karena obat anti radang sensi. NSAID meningkatkan risiko kekambuhan dan komplikasi pada saluran pencernaan 2-6x lipat, tergantung dosis obat, waktu paruh obat , frekuensi pemberian obat , dan lama penggunaan obat. Selain itu sakit maag dapat pula disebabkan oleh kuman dalam lambung yang dikenal sebagai Helicobacter Pylori






BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Penyakit Maag
2.1.1 Pengertian penyakit Maag
Gangguan pencernaan, oleh masyarakat  umum biasanya disebut “penyakit maag”. Namun sebenarnya, istilah penyakit maag tersebut tidak digunakan dalam dunia medis kedokteran. istilah “penyakit maag” digunakan untuk menyebut suatu gejala penyakit, yang didalam ilmu kedokteran dikenal sebagai peptic ulcer. Penyakit ini secara umum dapat diartikan sebagai adanya tukak atau luka bernanah didalam saluran pencernaan. Luka tersebut terutama sering terjadi didalam lambung (belanda:maag) dan usus dua belas jari.
Teori yang diterima oleh dunia kedokteran menyatakan bahwa penyakit maag disebabkan oleh adanya HCl dalam jumlah yang berlebihan didalam lambung. Kelebihan kadar HCl didalam cairan lambung (kadar normal ± 0,4%) dapat merusak jaringan selaput lender lambung dan jaringan usus dua belas jari. Jaringan yang rusak akan menjadi luka bernanah yang menyerupai luka-luka sariawan di bibir (stomatitis).
Para ahli kedokteran sependapat menyatakan bahwa produksi HCl yang berlebihan di dalam lambung, disebabkan terutama oleh adanya ketegangan/stress mental/ kejiwaan yang cukup berat.
Untuk memahami hubungan antara stress dengan produksi asam lambung, dapat ditinjau dari hasil percobaan yang telah dilakukan pada sekitar abad ke-19 oleh Ivan Pavlov, seorang ahli fifiologi Rusia. Dalam penelitian tersebut, Pavlov menggunakan seekor anjing sebagai binatang percobaan. Pada anjing tersebut, di buat lubang pada kerongkongan dan lambungnya, sehingga getah lambung yang diproduksi dapat dikumpulkan. Dengan adanya lubang di kerongkongan, maka secara otomatis tidak ada sedikitpun makanan yang dapat mencapai lambung. Makanan hanya akan keluar melalui lubang yang di buat kerongkongan tersebut.
Dari hasil percobaan tersebut, dapat diketahui bahwa pengeluaran getah lambung tetap dapat terjadi dalam jumlah yang cukup banyak walaupun tidak ada makanan yang sampai ke lambung. Akhirnya, Pavlov dapat membuktikan bahwa dengan adanya rangsangan melihat makanan atau mencium bau makanan, sudah cukup untuk membuat getah lambung diproduksi. Kesimpulan yang di peroleh Pavlov adalah pengeluaran getah lambung bermula dari adanya serangkaian reflex saraf (nervus fagus).
Kemudian peneliti amerika Dr.Selye (1949), telah mampu pula membuktikan bahwa tubuh manusia yang menerima suatu tekanan atau avcaman dalam bentuk apapun, akan mengadakan serangkaian reaksi penangkis (pelawan). Tekanan atau stressor tersebut dapat berupa kesulitan dalam hidup berkeluarga atau pekerjaan, kekalahan atau keinginan untuk berprestasi, emosi (takut, kaget, dan ketegangan batin lainnya), kedinginan, luka atau perdarahan dan sebagainya.  Adanya stess tersebut, terutama yang berupa tekanan mental dan emosi, akan mengakibatkan timbulnya suatu “reaksi alarm”, yaitu suatu reksi otomatis yang mengubah seluruh tempo dalam badan manusia, misalnya denyut nadinya bertambah cepat, tekanan darah naik, tangan menjadi dingin, darah dialirkan dari klit ke organ vital, asam lambung di produksi untuk mempercepat proses pencernaan yang mengubah makanan menjadi sumber energy yang dibutuhkan, dan kelenjer adrenal (anak ginjal) akan distimulir untuk memproduksi hormone adrenalin dan steroid (kortiso) yang lebih banyak daripada kondisi normal guna melawan stress. Reaksi dapat dilihat dengan mudah pada siswa-siswa sekolah yang sedang menghadapi ujian atau pembagian rapor. Jantung mereka akan berdebar-debar lebih cepat. Bahkan pada beberapa orang, ketegangan tersebut dapat menyebabkan timbulnya keinginan untuk buang air kecil berkai-kali.
Apabila stress mental dan emosi tersebut berlangsung dalam jangka waktu yang cukup lama, maka tubuh akan berusaha untuk menyesuaikan diri (beradaptasi) dan bertahan hidup dengan tekanan tersebut. Kondisi yang demikian, dapat menyebabkan terjadinya perubahanperubahan patologis ndalam jaringan atau organ tubuh manusia, melalui system saraf otonom. Sebagai akibatnya, akan timbul penyakit adaptasi, yang dapat berupa hipertensi, penyakit jantung (infark), borok atau tukak lambung (maag), dan lain sebagainya (selye 1950).
2.1.2  Penyebab penyakit Maag
Penyakit Maag, yang diakibatkan oleh produksi asam lambung yang berlebihan, dapat diperparah oleh kondisi-kondisi:
·      Waktu makan yang tidak teratur
·      Gizi atau kualitas makanan yang kurang baik
·      Jumlah makanan terlalu banyak atau bahkan terlalu sedikit
·      Jenis makanan yang kurang cocok atau sulit dicerna
·      Kurang istirahat
·      Porsi pekerjaan yang melebihi kemampuan fisik (psikis)
Dengan demikian,  dapatlah  dipahami apabila penyakit maag erring menyerang orang-orang yang banyak mengalami ketegangan psikis atau batin, orang yang hidupnya kurang teratur dan selalu diburu waktu karena tingkat kesibukan yang tinggi, misalnya seorang pedagang atau pegawai suatu perusahaan swasta, wartawan, sopir, bis dan lain sebagainya.
2.1.3 Gejala-gejala penyakit Maag
·         Lambung terasa tidak enak
·         Mual dan muntah
·         ,untah darah
·         Sakit perut
·         Kram perut
·         Indigesti
·         Nafsu makan menurun dan lain-lain.
2.1.4 Penyembuhan penyakit maag
Dengan memahami penyebab penyakit maag, maka diharapka dapat dengn mudah memahami bahwa tidak ada tablet ataupun obat yang dapat menyembuhkan penyakit maag secara total dan cepat. Meskipun banyak iklan yang memprogandakan khasiat beberapa obat yang dapat menyembuhkan penyakit maag secara cepat dan manjur.
Penyembuhan penyakit maag, pertama harus dilakukan dengan memperhatikan diet makanan yang sesuai. Adapun obat-obatan yang banyak diperdagangkan dan beredar dipasaran, hanyalah berfungsi membantu dan mengurangi rasa nyeri.
Diet pada penyakit maag bertujuan untuk memberikan makanan dengan jumlah gizi yang cukup, tidak merangsang, dan dapat mengurangi laju pengeluaran getah lambung, seta menetralkan kelebihan asam lambung. Oleh karena itu, diet harus memenuhi beberapa persyaratan sebagai berikut:
·         Mudah dicerna
·         Tidak merangsang pengeluaran getah lambung dalam jumlah yang banyak
·         Porsi makanan kecil namun diberikan berkali-kali.
Untuk memenuhi syarat-syarat diet tersebut, maka jenis bahan makanan dibagi menjadi sua kelompok berikut:
·         Makanan yang boleh diberikan
·         Makanan yang tidak boleh diberikan
Diet bagi penderita sakit maag, juga harus disesuaikan dengan tingkat k.eparahan penyakit yang diderita. Oleh karena itu, diperlukan knsultasi dengan dokter dan ahli gizi. Namun, secara umum ada pedoman yang harus diperhatikan, yaitu sebagai berikut.
·      Makanan secara teratur pada jam tertentu, mulailah makan pada pagi hari pukul 07.00. aturlah tiga kali makan lengkap dan tiga kali jajan/makanan ringan. Atau dengan kata lain, tiap tiga jam sekali, perut harus diisi dengan makanan.
·      Makanlah dengan tenang, jangan terburu-buru. Kunyah makanan hingga hancur/ lumat menjadi butiran lembut. Dengan demikian dapat membantu meringankan kerja lambung.
·      Makan dalam porsi secukupnya saja, jangan dibiarkan perut kosong namun jangan sampai juga makan yang berlebihan sehingga perut terasa sangat kenyang.
·      Pilihlah makanan yang lunak atau lembek yang dimasak dengn cara direbus, disemur, atau ditim. Bahan makanan jangan digoreng karena makanan yang digoreng biasanya menjadi keras dan sulit dicerna.
·      Jangan makan makanan yang terlalu panas maupun terlalu dingin karena akan menimbulkan rangsangan thermis. Pilihlah makanan yang hangat (temperatur mendekati temperatur tubuh).
·      Hindari makanan yang pedas atau asam. Janganlah mempergunakan bumbu yang merangsang, misalnya cabai, merica dan cuka.
·      Jangan minum-minuman beralkohol atau minuman keras, kopi, teh kental dan kurangi merokok.
·      Dianjurkan untuk minum susu, karena selain bisa menetralkan asam lambung yang berlebihan, susu juga mengandung banyak protein dan kalsium yang sangat berguna dalam proses penggantian sel-sel jaringan tubuh.
·      Hindari pemakaian obat yang dapat menimbulkan iritasi lambung, missal: aspiri, vitamin C, dan lain sebagainya

2.1.5  Pengobatan  penyakit Maag
1. Pengobatan Umum
·         Usahakan dapat beristirahat cukup.
·         Melatih diri untuk bekerja dengan tenang, tidak terburu-buru
·         Hindari stress
·         Mengatur diet makan yang sesuai, jangan minum alkohol dan hentikan kebiasaan merokok
2. Pemberian obat
·         Antasida
·         Semitidin dan remitidin
·         Obat tradisional
2.2 Gastritis
2.2.1 Pengertian Gastritis
Gastritis merupakan peradangan yang mengenai mukosa lambung. Peradangan ini dapat mengakibatkan pembengkakan mukosa lambung sampai terlepasnya epitel akan gangguan saluran pencernaan. Pelepasan epitel akan merangsang timbulnya proses imflamasi pada lambung.
Gastritis merupakan ganggguan yang sering terjadi dengan karakteristik adanya anoreksia, rasa mual dan tidak enak pada epigastrum, mual dan muntah.
2.2.2 Klasifikasi
Secara garis besar, pembagian grastritis dibagi menjadi 2 bagian :
1. Grastritis akut
Grastritis akut adalah inflamasi akut dari lambung, biasanya terbatas pada muklosa. Dan secara garis besar grastritis akut dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu grastritis eksogen akut dan grastritis endogen akut. Karena bahan kimia, oleh termis, mekanis iritasi bakterial adalah faktor-faktor penyebab yang biasanya terjadi pada grastritis eksogen akut. Sedangkan yang terjadi karena kelainan tubuh adalah penyebab dari grastritis endogen akut. Grastritis akut dapat terjadi tanpa diketahui penyebabnya.
Salah satu grastritis akut yang manifestasi klinisnya dapat berbentuk penyakit yang berat adalah grastritis erosif atau grastritis hemoragik. Adapun gejala-gejala klinis yang sering menimbulkan grastritits erosif adalah trauma yang luas, gagal ginjal, oprasi besar, luka bakar yang meluas, trauma kepala, dan septikemia. Sedangkan penyebab lain adalah berasal dari obat-obatan, misalnya aspirin dan obat anti inflamasi non-steroid. Faktor-faktor yang menyebabkan grastritis erosif adalah :
•Iskemia pada mukosagaster
•Faktor pepsin
•Refluks empedu dan
• Cairan pankreas
Gambaran klinis grastritis akut erosif sangat berfariasi, mulai dari yang sangat ringan asimtomatik sampai dengan yang berat yang dapat menimbulkan kematian. Sebagian kasus rata-rata yang dialami merupakan gejala yang ringan bahkan asimtomatis. Keluhan yang sering dirasakan seperti nyeri timbul pada ulu hati, kadang-kadang disertai mual dan muntah. Perdarahan saluran cerna sering merupakan satu-satunya gejala. Pada kasus yang sangat berat, gejala yang paling dirasakan adalah hematemesis dan melena yang terjadi sangat hebat dan sampai terjadi renjatan karena kehilangan darah.
Diagnosis ditegakan dengan pemeriksaan gastroduodenoskopi pada grastritis akut erosif pada setiap pasien dengan keadaan klinis yang berat atau pengguna aspirin atau obat anti-inflamasi non-steroid. Pemeriksaan radiologi dengan kontras tidak memberikan manfaat yang berarti dalam menegakan diagnosis akut.
Bagi pengguna aspirin, pencegahan terbaik adalah dengan misoprostol. Namun sebaiknya pengobatan meliputi pencegahan terhadap setiap pasien dengan resiko tinggi, pengobatan terhadap penyakit yang mendasari, dan menghentikan obat yang dapat menjadi kausa dan pengobatan suportif. Pencegahan dapat dilakukan dengan memberikan antasida atau antagonis H2 sehingga dicapai pH lambung 4. sebagian kecil pasien perlu dilakukan tindakan yang bersifat invasif untuk menghentikan perdarahan yang mengancam jiwa, contohnya dengan endoskopi skleroterapi, embolisasi arteri gastrika kiri, atau gastrektomi. Pemberian antasida, antagonis H2 dan sukralfat tetap dianjurkan walaupun efek terapeutiknya masih diragukan.
2. Gastritis kronis
Lambung yang mungkin mengalami inflamasi kronis dari tipe tertentu sehingga menyebabkan gastritis dari tipe yang spesifik disebut gastritis kronisa. Terjadinya infiltrasi sel radang yang terjadi pada lamina propria, daerah epitelial atau pada kedua daerah tersebut terutama terdiri atas limfosit dan sel plasma disebut gastritis kronis. Infeksi kuman Helicobacter pylori yang juga merupakan penyebab gastritis yang termasuk dalam kelompok gastritis kronis. Peningkatan aktifitas gastritis kronis ditandai dengan kehadiran granulosit netrofil pada daerah tersebut.
Klasifikasi yang sering digunakan adalah :
a. Apabila sebukan sel radang kronis terbatas pada lamina propia mukosa superfisialis dan adema yang memisahkan kelenjar-kelenjar mukosa, sedangkan sel-sel kelenjar tetap utuh disebut gastritis kronis superfisialis.
b. Terjadinya perubahan histopatogik kelenjar mukosa lambung menjadi kelenjar mukosa usus halus yang mengandung sel goblet adala metaplasia intestinalis. Perubahan tersebut dapat terjadi hampir pada seluruh segmen lambung, tetapi dapat pula hanya merupakan bercak-bercak pada bagian beberapa lambung.
c. Apabila sel-sel radang kronis menyebar lebih dalam disertai distorsi dan destruksi sel-sel kelenjar yang lebih nyata disebut gastritis kronis atrofik.
d. Pada saat struktur kelejar-kelenjar menghilangdan terpisah satu sama lain secara nyata dengan jaringan mengikat, sedangkan sebukan sel-sel radang juga menurun, atrofi lambung dianggap merupakan stadium akhir gastritis kronis. Dan mukosa menjadi sangat tipis, sehingga dapat menerangkan mengapa pembuluh darah menjadi terlihat pada saat pemeriksaan endoskopi.
2.2.3 Penyebab gastritis
·         Pemakaian obat anti inflamasi nonteroid seperti aspirin, asam mafenamat ,aspilet dalam jumlah yang besar. Obat anti inflamasi nonsteroid dapat memicu kanaikan produksi asam lambung yang berlebiha sehingga mengiritasi mukosa lambung karena terjadinya difusi balik ion hydrogen ke epitel lambung. Selain itu jenis obat ini juga dapat mengakibatkan kerusakan langsung epitel mukosa karena dapa bersfat iritatif dan sifatnya yang asam dapat menambah derajat keasaman pada lambung.
·         Konsumsi alKohol berlebih
Bahan etanol merupakan salah satu bahan yang dapat merusak sawar pada mukosa lambung. Rusaknya sawar memudahkan terjadinya iritasi pada mukosa lambung.
·         Banyak merokok
Asam nikotinat pada rokok dapat meningkatkan adhesi thrombus yang berkontribusi pada penyempitan pembuluh darah sehingga suplai darah kelambung mengalami penurunan. Penurunan ini dapat berdampak pada penurunan produksi mukus yang salah satu fungsinya untuk melindungi lambung dari iritasi. Selain itu CO yang dihasilkan oleh rokok lebih mudah diikat Hb daripada oksigen sehingga memungkinkan penurunan perfusi jaringan pada lambung. Kejadian gastritis pada perokok juga dapat dipicu oleh pengaruh asam nikotinat yang menurunkan rangsangan pada pusat makan, perokok menjadi tahan lapar sehingga asam lambung dapat langsung mencerna mukosa lambung, bukan makanan karena tidak ada makanan yang masuk.
·         Pemberian obat kemoterapi
Obat kemoterapi mempunyai sifat dasar merusak sel yang pertumbuhannya abnormal, kerusakan ini ternyata dapat juga mengenail sel inang pada tubuh manusia. Pemberian kemoterapi dapat juga mengakibatkan kerusakan langsung pada epitel mukosa lambung.
·         Uremia
Ureum pada darah dapat mempengaruhi proses metabolism dalam darah terutama saluran pencernaan (gastro intestinaluremik. Perubahan ini dapat memicu kerusakan pada epitel mukosa lambung.
·         Infeksi sistemik
Pada infeksi system sistemik toksik yang dihasilkan oleh mikroba akan merangsang peningkatan laju metabolic yang berdampak pada peningkatan aktifitas lambung dalam mencerna makanan. Peningkatan HCl lambung dalam kondisi seperti ini dapat memicu timbulnya luka pada lambung.
·         Stress berat
·         Iskemia dan syok
·         Konsumsi kimia secara oral yang bersifat asam atau basa
·         Infeksi mikroorganisme




BAB III
PENUTUP
Lambung umumnya dapat bisa dirasakan oleh semua orang, bila dalam keadaan yang sedang sakit. Dan lambung ini merupakan organ yang paling penting untuk tubuh, jika tidak ada lambung makanan yang kita makan tidak dapat dicerna dengan baik. Ada orang yang bermasalah terhadap lambung, yang pasti akan mengalami nyeri atau sakit.
Penyebab penyakit pada lambung adalah zat yang dapat menginhibisi sekresi asam lambung. Misalnya zat kimia Histamin dan Anti Inflamasi non steroid. Kerja berat, pikiran tegang, tidak tenang, atau kurang tidur juga menyebabkan kadar asam lambung yang tinggi. Sering terlambat makan, kebiasaan minum obat yang bersifat asam saat perut kosong, minum minuman beralkohol, dan mengisap rokok berlebihan  juga dapat menjadi penyebab penyakit ini. Demikian pula dengan infeksi bakteri Helicobacter pylory yang dapat menyerbu lapisan sub mukosa lambung..
















DAFTAR PUSTAKA

Dr. Endang  L. Penyakit maag dan gangguan pencernaan. Kanisius:Yogyakarta, 2001.

Ratu R Ardian.penyakit hat, lambung,usus dan ambeien.Nuha Medika:Yogyakarta,2013.

Dr. Harun Riyanto, 9 Oktober,2008.Antisipasi timbulnya sakit Maag.Gemar,hlm.60


http://penyakitlambung.com/


Tidak ada komentar:

Posting Komentar