|
LAPORAN
PRAKTEK KOMUNIKASI INTERPERSONAL
DENGAN KELUARGA AGUNG FERDIYANTO
ALAMAT :JL.KELAPA SAWIT UJUNG, HARAPAN
RAYA KOTA PEKANBARU
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN HANG TUAH
PEKANBARU
JL.MUSTAFA SARI NO.5 TANGKERANG SELATAN, PEKANBARU RIAU
TELP (0761) 33815
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN HANG TUAH
PEKANBARU
JL.MUSTAFA SARI NO.5 TANGKERANG SELATAN, PEKANBARU RIAU
TELP (0761) 33815
|
|
LAPORAN
PRAKTEK KOMUNIKASI INTERPERSONAL
DENGAN KELUARGA AGUNG FERDIYANTO
ALAMAT :JL.KELAPA SAWIT UJUNG, HARAPAN
RAYA KOTA PEKANBARU
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN HANG TUAH
PEKANBARU
JL.MUSTAFA SARI NO.5 TANGKERANG SELATAN, PEKANBARU RIAU
TELP (0761) 33815
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN HANG TUAH
PEKANBARU
JL.MUSTAFA SARI NO.5 TANGKERANG SELATAN, PEKANBARU RIAU
TELP (0761) 33815
|
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
” Alhamdulillahirobbil’alamin,
banyak nikmat yang Allah berikan, .Rasa syukur yang dalam penulis sampaikan ke
hadiran Tuhan Yang Maha Pemurah, karena berkat kemurahanNya laporan ini dapat penulis selesaikan sesuai yang
diharapkan.Segala puji hanya layak untuk Allah Tuhan seru sekalian alam atas
segala berkat, rahmat, taufik, serta hidayah-Nya yang tiada terkira besarnya,
sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan “ PRAKTEK KOMUNIKASI INTERPERSONAL
DENGAN KELUARGA”
Meskipun isi
dari laporan ini masih mempunyai kekurangan dan kesalahan, Oleh karena itu,
penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar laporan ini
dapat lebih baik lagi.
Akhir kata penulis berharap agar
laporan ini bermanfaat bagi penulis dan pembaca. Amin
Pekanbaru,20 Januari 2016
Penulis
(MILA FEBRIANI)
.
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR..................................................................................
i
DAFTAR ISI.................................................................................................
ii
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................ 1
1.1 Latar
Belakang...............................................................................
1
1.2 Tujuan.............................................................................................
5
a.
Tujuan Umum..........................................................................
5
b.
Tujuan Khusus..........................................................................
6
BAB II GAMBARAN UMUM KELUARGA ............................................. 7
BAB III PEMBAHASAN ............................................................................ 8
BAB IV PENUTUP ..................................................................................... 11
a.
Kesimpulan...................................................................................
11
b.
Saran.............................................................................................
11
BAB V LAMPIRAN FOTO ........................................................................ 12
|
LAPORAN PENYULUHAN GIZI SEIMBANG DI SDN
133 PEKANBARU
MATA KULIAH
DASAR-DASAR PROMOSI KESEHATAN
DISUSUN OLEH KELOMPOK 5 SEMESTER 3
DOSEM PEMBIMBING: EMI LEONITA,SKM, MPH
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN HANG TUAH
PEKANBARU
JL.MUSTAFA SARI NO.5 TANGKERANG SELATAN, PEKANBARU RIAU
TELP (0761) 33815
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN HANG TUAH
PEKANBARU
JL.MUSTAFA SARI NO.5 TANGKERANG SELATAN, PEKANBARU RIAU
TELP (0761) 33815
|
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Berkomunikasi merupakan keharusan bagi manusia, karena dengan
komunikasi kebutuhan manusia akan terpenuhi. Menurut Johnson (1981) dalam
(Supratiknya, 2003: 9) mengemukakan beberapa peranan yang disumbangkan oleh
komunikasi antar pribadi dalam rangka menciptakan kebahagiaan hidup manusia
yaitu: Komunikasi antar pribadi membantu perkembangan intelektual dan sosial
kita, Identitas atau jati diri kita terbentuk dalam dan lewat komunikasi dengan
orang lain, Dalam rangka memahami realitas di sekeliling kita serta menguji
kebenaran kesan-kesan dan pengertian yang kita miliki tentang dunia di sekitar
kita, kita perlu membandingkannya dengan kesan-kesan dan pengertian orang lain
dan realitas yang sama, Kesehatan mental kita sebagian besar juga ditentukan
oleh kualitas Komunikasi atau hubungan kita dengan orang lain, lebih-lebih
orang-orang yang merupakan tokoh-tokoh signifikan (significant figures) dalam
hidup kita.
Diawali dengan komunikasi yang intensif dengan ibu pada masa bayi,
lingkaran komunikasi itu menjadi semakin luas dengan bertambahnya usia
individu. Seiring dengan proses tersebut,perkembangan intelektual dan sosial
individu sangat ditentukan oleh kualitas komunikasi dengan orang lain tersebut.
Secara sadar maupun tidak sadar individu memperhatikan dan mengingat-ingat
semua tanggapan dari orang lain terhadap diri individu. Dengan komunikasi
dengan orang lain individu dapat menemukan diri yang sebenarnya. Komunikasi
antarpribadi mengembangkan individu dari dimensi kesosialan. Bersosialisasi
dengan orang lain secara tidak langsung menunjukkan kekhasan diri sendiri,
sehingga lebih mudah menemukan jatidiri. Kondisi mental yang sehat dan tidak
sehat ternyata dipengaruhi juga oleh kualitas komunikasi antarpribadi dengan
orang lain. Oleh sebab itu komunikasi antarpribadi sangat penting bagi
kehidupan individu yang hidup di tengah-tengah lingkungan social
Dibandingkan dengan bentuk komunikasi lainnya, komunikasi interpersonal
dinilai paling ampuh dalam kegiatan mengubah sikap, kepercayaan, opini, dan
perilaku komunikan. Alasannya yaitu komunikasi interpersoanal umumnya
berlangsung secar tatap muka ( face to face ). Komunikator dan komunikan saling
bertatap muka, maka terjadilah kontak pribadi ( personal contact ) yang
menimbulkan keterbukaan antara komunikan dan komunikator. Ketika komunikator
menyampaikan pesan kepada komunikan, umpan balik akan terjadi secara seketika (
immediate feedback ). Komunikator akan mengetahui pesan tersampaikan secara
baik atau tidak ketika melihat tanggapan komunikan terhadap pesan yang
disampaikan melalui ekspresi wajah dan gaya bahasa.. apabila umpan baliknya
positif artinya tanggapan dari komunikan tersebut menyenangkan untuk komunikator
dan komunikator akan mempertahankan gaya komunikasi yang sudah terbangun,
sebaliknya jika tangggapan negatif dari komunikan maka komunikator harus
merubah gaya komunikasi agar kedepannya dapat berkomunikasi yang jauh lebih
baik.
Oleh karena itu, keampuhan dalam mengubah sikap, kepercayaan, opini dan
perilaku komunikan maka bentuk komunikasi interpersonal sering dipergunakan
umtuk melancarkan komunikasi persuasif ( persuasive communication ) yakni suatu
teknik komunikasi secara psikologis manusiawi yang sifatnya halus, luwes berupa
ajakan, bujukan atau rayuan. Tetapi komunikasi persuasif interpersonal hanya
digunakan pada komunikan yang potensial, dalam artian tokoh yang mempunyai
jajaran dengan pengikutnyaatau anak buahnya dalam jumlah yang sangat banyak, sehingga
apabila tokoh tersebut berhasil diubah sikapnya atau idiologinya maka seluruh
jajarannya akan mengikutinya.
Dalam konteks interpersonal, komunikasi
kesehatan termasuk dalam komunikasi manusia yang secara langsung mempengaruhi
profesional – profesional dan profesional dengan klien. Komunikalevasi
kesehatan dipandang sebagai bagian dari bidang – bidang ilmu yang relevan,
fokusnya lebih spesifik dalam hal pelayanan kesehatan.
Komunikasi interpersonal sangat
penting dalam sector kesehatan karena komunikasi interpersonal merupakan strategi komunikasi untuk menyampaikan
informasi dan mempengaruhi keputusan individu dan masyarakat yang dapat
meningkatkan kesehatan.
Secara
psikologis selama proses komunikasi interpersonal berlangsung maka dalam diri
komunikan akan terjadi proses sensasi, memori, persepsi, dan berpikir. Keempat
proses ini merupakan tahapan ketika seorang menerima pesan hingga menghasilkan
respons.6 Sensasi adalah saat stimulus ditangkap oleh indera manusia (senses)
selanjutnya dirubah menjadi impuls melalui syaraf dan dipahami oleh otak
manusia.
Oleh sebab itu ketepatan dan
kecepatan pemahaman terhadap stimulus tergantung kepekaan indera manusia,
sehingga ini berpengaruh pada proses selanjutnya. Proses persepsi akan
melibatkan memori dan proses berpikir, karena persepsi merupakan proses ketika
otak manusia memberi makna atau menafsirkan stimulus. Sedangkan memori adalah
proses menyimpan informasi yang dapat dipakai sebagai kerangka rujukan (frame
of references), dan akan dikeluarkan kembali bila informasi tersebut
dibutuhkan. Selanjutnya berpikir adalah suatu proses untuk menetapkan
keputusan, memecahkan masalah dan memproduksi respons.Ketika proses komunikasi
interpersonal berlangsung keempat tahap ini berjalan tanpa dapat dirasakan atau
diraba, walaupun terjadi dalam satu episode, sebagai contoh: ketika seorang
dokter gigi bertanya kepada pasiennya tentang berapa lama merasakan sakit gigi,
atau seberapa parah sakit gigi yang dideritanya, maka persepsi penderita dalam
mengelola stimulus tersebut sangat tergantung dari kerangka rujukan yang ada di
memorinya, apa yang dimaksud dengan berapa lama sakitnya atau seberapa parah
sakitnya. Hal ini sangat menentukan dalam menciptakan makna pesan pada proses
persepsinya. Dari contoh tersebut dapat dicermati pentingnya proses persepsi
dalam optimalisai komunikasi interpersonal. Sehingga bila keliru dalam
mempersepsi stimulus maka respons yang diproduksi tidak sesuai dengan makna
pesan yang diinginkan dokter giginya. Desiderato cit. Rakhmat6 menyatakan bahwa
proses persepsi juga melibatkan atensi (perhatian), ekspektasi (harapan),
motivasi, dan memori, yang semua ini sangat berpengaruh dalam memproduksi
respons. Rakhmat membagi faktor penentu ketepatan persepsi menjadi faktor
struktural dan faktor personal. Faktor struktural sebagai faktor yang berada di
luar diri komunikate, oleh karena itu sangat berperan terhadap kualitas pesan
(stimulus), sebagai contoh: kualitas pertanyaan dokter gigi merupakan faktor
struktural yang sangat menentukan persepsi penderitanya.
Sedangkan faktor personal adalah
berbagai faktor yang ada dalam diri komunikate, seperti: emosi, mood, sugesti
serta kerangka rujukan komunikate.6Sebagai contoh: bila penderita tidak
mempunyai kebutuhan tinggi terhadap kesembuhan sakit giginya, atau jika
penderita takut terhadap perawatan gigi maupun figur dokter giginya, atau jika
penderita miskin akan kerangka rujukan, maka besar kemungkinan pertanyaan
dokter gigi terhadap kondisi sakit gigi dan rencana perawatan gigi akan
dipersepsi secara tidak tepat oleh penderitanya. Oleh karena itu efektifitas
komunikasi interpersonal sangat bergantung pada persepsi interpersonalnya.
Naude cit. Santosa menyatakan
bahwa instruksi dan informasi dapat diterima dengan baik oleh penderita, jika
ia memberikan perhatian penuh terhadap informasi, pengertian atas pesan serta
penerimaan pesan secara psikologis.
Komunikasi interpersonal sangat
potensial untuk menjalankan fungsi instrumental sebagai alat untuk mempengaruhi
atau membujuk orang lain, karena kita dapat menggunakan kelima alat indera kita
untuk memberikan stimuli sebagai daya bujuk pesan yang kita komunikasikan
kepada komunikan kita. Sebagai komunikasi yang paling lengkap dan paling
sempurna, komunikasi interpersonal berperan penting hingga kapan pun, selama
manusia masih mempunyai emosi. Kenyataannya komunikasi tatap-muka ini membuat
manusia merasa lebih akrab dengan sesamanya, berbeda dengan komunikasi lewat
media massa seperti surat kabar, televisi, ataupun lewat teknologi tercanggih
pun.
Komunikasi interpersonal juga penting bagi kabahagian hidup manusia. Menurut Johnson dalam Supratiknya (1995:9) beberapa peranan yang disumbangkan oleh kamunikasi interpersonal dalam rangka menciptakan kebahagian hidup manusia sebagai berikut:
Komunikasi interpersonal juga penting bagi kabahagian hidup manusia. Menurut Johnson dalam Supratiknya (1995:9) beberapa peranan yang disumbangkan oleh kamunikasi interpersonal dalam rangka menciptakan kebahagian hidup manusia sebagai berikut:
Berdasarkan penjelasan sebelumnya
dapat disimpulkan bahwa komunikasi interpersonal penting dalam sector
kesehatan. Karena komunikasi personal dilakukan secara face to face (tatap
muka) pada komunikan. Sehingga dengan melakukan komunikasi interpersonal maka
komunikan akan lebih memperhatikan pesan yang disampaikan oleh komunikator
sehingga dapat cepat mempengaruhi
komunikan, sehingga informasi yang disampaikan dapat didengar dengan jelas dan
diterma oleh sipenerima pesan. Dalam sektor kesehatan komunikasi interpersonal
dapat melancarkan kegiatan penyampaian informasi kesehatan secara jelas kepada
pasien atau komunikan sehingga mengurangi adanya miss komunikasi dan juga dapat
mempengaruhi persepsi audien yang selama ini salah dengan melakukan komunikasi
interpersonal secara tatap muka.
1.2 Tujuan
a. Tujuan Umum
1.
Mengenal diri sendiri dan orang lain
Salah satu cara untuk mengenal diri kita sendiri adalah melalui komunikasi interpersonal. Komunikasi ini memberikan kesempatan bagi kita untuk meperbincangkan diri kita sendiri. Melalui komunikasi interpersonal kita juga belajar bagaimana dan sejauhmana kita harus membuka diri pada orang lain. Selain itu, komunikasi interpersonal juga akan membuat kita mengetahui nilai, sikap, dan perilaku orang lain. Kita dapat menanggapi dan memprediksi tindakan orang lain.
Salah satu cara untuk mengenal diri kita sendiri adalah melalui komunikasi interpersonal. Komunikasi ini memberikan kesempatan bagi kita untuk meperbincangkan diri kita sendiri. Melalui komunikasi interpersonal kita juga belajar bagaimana dan sejauhmana kita harus membuka diri pada orang lain. Selain itu, komunikasi interpersonal juga akan membuat kita mengetahui nilai, sikap, dan perilaku orang lain. Kita dapat menanggapi dan memprediksi tindakan orang lain.
2.
Mengetahui dunia luar
Komunikasi interpersonal memungkinkan kita untuk memahami lingkungan kita
secara baik yakni tentang objek dan kejadian-kejadian orang lain. Banyak
informasi yang kita miliki sekarang berasal dari interaksi interpersonal. Meskipun
ada yang berpendapat bahwa sebagian besar informasi yang ada berasal dari media
massa, tetapi informasi dari media massa tersebut sering dibicarakan dan
dinternalisasi melalui komunikasi interpersonal.
3.
Menciptakan dan memelihara hubungan menjadi
bermakna
Manusia diciptakan sebagai makhluk individu sekaligus makhluk sosial. Dalam kehidupan sehari-hari, orang ingin menciptakan dan memelihara hubungan dekat dengan orang lain. Kita juga tidak ingin hidup sendiri terisolasi dari masyarakat dan ingin merasakan dicintai dan disukai serta menyayangi dan menyukai orang lain. Oleh karenanya, kita menggunakan banyak waktu berkomunikasi interpersonal yang bertujuan untuk menciptakan dan memelihara hubungan sosial dengan orang lain.
Manusia diciptakan sebagai makhluk individu sekaligus makhluk sosial. Dalam kehidupan sehari-hari, orang ingin menciptakan dan memelihara hubungan dekat dengan orang lain. Kita juga tidak ingin hidup sendiri terisolasi dari masyarakat dan ingin merasakan dicintai dan disukai serta menyayangi dan menyukai orang lain. Oleh karenanya, kita menggunakan banyak waktu berkomunikasi interpersonal yang bertujuan untuk menciptakan dan memelihara hubungan sosial dengan orang lain.
4.
Mengubah sikap dean perilaku
Dalam komunikasi interpersonal sering kita mengubah sikap dan perilaku
orang lain. Singkatnya kita banyak mempergunakan waktu untuk mempersuasi orang
lain melalui komunikasi interpersonal.
5.
Bermain dan mencari hiburan
Bermain mencakup semua kegiatan untuk memperoleh kesenangan. Seringkali
tujuan ini dianggap tidak penting, tetapi sebenarnya komunikasi yang demikian
perlu dilakukan, karena bisa memberi suasana yang lepas.
b. Tujuan Khusus
Dengan komunikasi
interpersonal maka diharapkan dapat mengubah persepsi keluarga tersebut yang
salah dan membantu mengurangi permasalahan kesehatan yang terjadi dikeluarga
tersebut dan juga menambah pengetahuan keluarga tersebut.
BAB II
GAMBARAN UMUM KELUARGA
Sasaran komunikasi keluarga interpersonal kami yaitu
sepasang suami istri yang mempunyai seorang anak perempuan. Nama kepala
keluarganya yaitu Agung Ferdiyanto yang berumur dua puluh Sembilan (29)
tahun.Bapak Agung berasal dari sorek, dia bekerja sebagai karyawan swasta yaitu
bengkel las. Bapak Agung lahir pada tanggal 17 Desember 1986 di Metro.
Sedangkan
istrinya bapak Agung bernama Suhartini Novia Figriyanti yang berumur 23 tahun,
dia lahir di Surya Indah 13 Januari 1993. Daerah asal ibu Novia juga dari Sorek
sama seperti suaminya.
Keluarga
ini mempunyai seorang anak perempuan yang bernama Maniqara Qauki yang berumur
dua tahun delapan bulan yang lahir di Surya Indah 20 April 2013.
Aktifitas
sehari-hari Bapak Agung yaitu bekerja dibengkel las setiap hari senin sampai
sabtu. Sedangkan kegiatan sehari-hari Istrinya yaitu sebagai Ibu rumah tangga.
Pada setiap hari minggu pada saat Bapak Agung libur mereka sering melakukan
aktifitas fisik jogging di area Car free Day di daerah Dipo pekanbaru. Setiap
pagi harinya sebelum Bapak Agung bekerja dia selalu menemanin istrinya belanja
kepasar membeli kebutuhan rumah mereka.
Keluarga Bapak agung hidup dengan rukun dan damai.
Keluarga
bapak agung tinggal disebuah kontrakan yang terbuat dari kayu. Kondisi rumah
dan lingkungan Bapak Agung sangat bersih dan nyaman itu dikarenakan dia
mempunyai istri yang pandai merawat rumah meskipun rumah mereka tidak terlalu
bagus. Dan juga dalam rumah bapak Agung tersedia aquarium sebagai hiasan
rumahnya.
BAB III
PEMBAHASAN
1) PERTEMUAN PERTAMA
Pada pertemuan pertama kami
kerumah keluarga kami berkenalan dengan keluarga tersebut berbincang-bincang
disana dan memberitahukan maksud
kedatangan kami yaitu untuk memenuhi tugas mata kuliah komunikasi Interpersonal
dalam melakukan komunikasi dengan keluarga tersebut.
Pada pertemuan tersebut kami mendapatkan data umum
keluarga tersebut. Yaitu:
1. Kepala keluarga : Agung
Ferdiyanto (suami)
Tempat/tanggal lahir : Metro, 17 Desember 1986
Umur : 29 tahun
Daerah Asal : Sorek
Pekerjaan : Bengkel Las
Agama : Islam
Alamat : Jalan Kelapa
Sawit Ujung, kota Pekanbaru, Provinsi Riau
2. Istri :
Suhartini Novia Figriyanti
Tempat/tanggal lahir : Surya Indah 13 Januari 1993
Umur : 23 tahun
Daerah Asal : Sorek
Agama : Islam
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
3. Anak :
Maniqara qauki
Tempat/tanggal lahir : Surya Indah, 20 April 2013
Umur : 2,8 tahun
2) PERTEMUAN KEDUA
Pada pertemuan kedua kami
berbincang-bincang tentang kebiasaan keluarga tersebut. Kebiasaan keluarga
tersebut yaitu pada setiap pagi harinya sebelum bapak agung berangkat kerja dia
terlebih dahulu menemanin istrinya belanja kepasar. Dan setiap jam 12 siang
pada saat jam makan siang Bapak Agung selalu pulang kerumahnya untuk makan
siang. Setiap hari minggu pagi mereka melakukan aktifitas fisik diarea Car free
day secara bersama-sama.
3) PERTEMUAN KETIGA
Pada pertemuan ketiga kami
berbincang-bincang tentang masalah kesehatan yaitu PHBS. Kami menanyakan kepada
ibuk Novia apakah Dia sudah mencuci tangan dengan benar. Dia menjawab sudah.
Dia selalu mencuci tangan pakai sabun. Kami juga menanyakan apakah keluarganya
suka mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan. Dia berkata bahwa keluarganya setiap
hari selalu mengkonsumsi buah dan sayur, bahkan anaknya kara yang masih kecil
doyan makan buah dan sayur. Kami juag menanyakan apakah suaminya merokok dalam
rumah, dia berkata kadang-kadang suaminya merokok didalam rumah. Kami
menyarankan kepada Bapak Agung untuk tidak merokok didalam rumah karena nti
dampaknya tidak bagus bagi kesehatan dia dan keluarganya, apalagi dia mempunyai
anak masih kecil. Dia menjawab bahwa dia akan mencoba untuk tidak merokok
didalam rumah lagi
4) PERTEMUAN KEEMPAT
Pada pertemuan keempat kami hanya bermain dengan anaknya Bapak agung
karna istrinya sedang tidak enak badan.
5) PERTEMUAN KELIMA
Pada pertemuan kelima kami membantu ibuk Novia
melakukan gotong royong didepan rumahnya. Dia menyambut baik bantuan dari kami
dan dia sangat berterimaksih.
6) PERTEMUAN KEENAM
Pada pertemuan keenam kami
ikut masak dengan ibuk Novia dan memberi tahu dia cara memberi garam pada
masakan. Kami memberitahukan bahwa memberi garam pada masakan jangan pada saat
masakan mendidih, tapi membubuhi gram dilakukan setelah selesai memasak makanan
dan pada saat apinya sudah mati. Karna jika garam dibubuhi pada saat makanan
sedang panas maka kandungan natrium bisa hilang pada keadaan suhu yang panas
dan dapat menyebabkan terjadinya kanker.
7) PERTEMUAN KETUJUH
Pada pertemuan ketujuh kami kerumah Bapak Agung
pada sore harinya dan kami berjumpa suaminya baru pulang kerja.kami
berbincang-bincang tentang Bapak agung
yang kadang-kdang merokok didalam rumah. Kami menanyakan kepada ibuk novia
apakah suaminya masih ada merokok didalam rumah. Ibuk novia menjwab masih ada.
Kamipun mengingatkan bapak agung kembali untuk tidak melakukannya lagi.
8) PERTEMUAN KEDELAPAN
Pada pertemuan kedelapan kami pergi berkunjung
kerumah bapak agung dan berjumpa dengan istri dan anaknya. Kami hanya
berbincang-bincang sebentar dan kami mengatakan bahwa kami berterimakasih karna
telah membantu kami menyelesaikan tugas kuliah kami. Dan kami meminta maaf
kalau selama ini ada kesalahan dalam pengucapan atau mengganggu kenyamanan
mereka. Ibuk novia pun menjawab dengan senyuman yang manis bahwa dia sangat
senang kami kunjungi. Dan dia berharap kami masih berkunjung kesana meskipun
tidak ada tugas kuliah lagi.
BAB IV
PENUTUP
a. Kesimpulan
Dari cerita yang telah kami tulis, dapat disimpulkan bahwa keluarga
Bapak Agung merupakan keluarga yang sehat, baik sehat fisik,sosial, dan
spiritual. Tidak banyak masalah yang kami dapatkan dalam keluarga bapak agung
ini. Hal ini juga dipengaruhi oleh tingkat pendidikan mereka.
b. Saran
Semoga dikeluarga-keluarga yang lain permasalahan kesehatan seperti
perilaku hidup bersih dan sehat tidak ada lagi.
LAMPIRAN
Tidak ada komentar:
Posting Komentar