Sabtu, 05 Maret 2016

KOMUNIKASI




LAPORAN
PRAKTEK KOMUNIKASI INTERPERSONAL
DENGAN KELUARGA AGUNG FERDIYANTO
ALAMAT :JL.KELAPA SAWIT UJUNG, HARAPAN RAYA KOTA PEKANBARU





SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN HANG TUAH PEKANBARU
JL.MUSTAFA SARI NO.5 TANGKERANG SELATAN, PEKANBARU RIAU
TELP (0761) 33815








SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN HANG TUAH PEKANBARU
JL.MUSTAFA SARI NO.5 TANGKERANG SELATAN, PEKANBARU RIAU
TELP (0761) 33815
 


















LAPORAN
PRAKTEK KOMUNIKASI INTERPERSONAL
DENGAN KELUARGA AGUNG FERDIYANTO
ALAMAT :JL.KELAPA SAWIT UJUNG, HARAPAN RAYA KOTA PEKANBARU


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN HANG TUAH PEKANBARU
JL.MUSTAFA SARI NO.5 TANGKERANG SELATAN, PEKANBARU RIAU
TELP (0761) 33815








SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN HANG TUAH PEKANBARU
JL.MUSTAFA SARI NO.5 TANGKERANG SELATAN, PEKANBARU RIAU
TELP (0761) 33815
 



















KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
” Alhamdulillahirobbil’alamin, banyak nikmat yang Allah berikan, .Rasa syukur yang dalam penulis sampaikan ke hadiran Tuhan Yang Maha Pemurah, karena berkat kemurahanNya laporan  ini dapat penulis selesaikan sesuai yang diharapkan.Segala puji hanya layak untuk Allah Tuhan seru sekalian alam atas segala berkat, rahmat, taufik, serta hidayah-Nya yang tiada terkira besarnya, sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan “ PRAKTEK KOMUNIKASI INTERPERSONAL DENGAN KELUARGA”
Meskipun isi dari laporan ini masih mempunyai kekurangan dan kesalahan, Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar laporan   ini dapat lebih baik lagi.

Akhir kata penulis berharap agar laporan ini bermanfaat bagi penulis dan pembaca. Amin


Pekanbaru,20 Januari 2016
            Penulis
(MILA FEBRIANI)

 .








DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.................................................................................. i
DAFTAR ISI................................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................ 1
1.1  Latar Belakang............................................................................... 1
1.2  Tujuan............................................................................................. 5
a.      Tujuan Umum.......................................................................... 5
b.     Tujuan Khusus.......................................................................... 6
BAB II GAMBARAN UMUM KELUARGA .............................................  7
BAB III PEMBAHASAN ............................................................................  8
BAB IV PENUTUP .....................................................................................  11
a.      Kesimpulan................................................................................... 11
b.     Saran............................................................................................. 11
BAB V LAMPIRAN FOTO ........................................................................  12

LAPORAN PENYULUHAN GIZI SEIMBANG DI SDN 133 PEKANBARU
MATA KULIAH DASAR-DASAR PROMOSI KESEHATAN
DISUSUN OLEH KELOMPOK 5 SEMESTER 3
  1. MILA FEBRIANI (14011214)
  2. M.ERANUR
  3. SITI RASIDAH
  4. PINGKY JULIASTARI


DOSEM PEMBIMBING: EMI LEONITA,SKM, MPH





SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN HANG TUAH PEKANBARU
JL.MUSTAFA SARI NO.5 TANGKERANG SELATAN, PEKANBARU RIAU
TELP (0761) 33815

















SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN HANG TUAH PEKANBARU
JL.MUSTAFA SARI NO.5 TANGKERANG SELATAN, PEKANBARU RIAU
TELP (0761) 33815
 


BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Berkomunikasi merupakan keharusan bagi manusia, karena dengan komunikasi kebutuhan manusia akan terpenuhi. Menurut Johnson (1981) dalam (Supratiknya, 2003: 9) mengemukakan beberapa peranan yang disumbangkan oleh komunikasi antar pribadi dalam rangka menciptakan kebahagiaan hidup manusia yaitu: Komunikasi antar pribadi membantu perkembangan intelektual dan sosial kita, Identitas atau jati diri kita terbentuk dalam dan lewat komunikasi dengan orang lain, Dalam rangka memahami realitas di sekeliling kita serta menguji kebenaran kesan-kesan dan pengertian yang kita miliki tentang dunia di sekitar kita, kita perlu membandingkannya dengan kesan-kesan dan pengertian orang lain dan realitas yang sama, Kesehatan mental kita sebagian besar juga ditentukan oleh kualitas Komunikasi atau hubungan kita dengan orang lain, lebih-lebih orang-orang yang merupakan tokoh-tokoh signifikan (significant figures) dalam hidup kita.
Diawali dengan komunikasi yang intensif dengan ibu pada masa bayi, lingkaran komunikasi itu menjadi semakin luas dengan bertambahnya usia individu. Seiring dengan proses tersebut,perkembangan intelektual dan sosial individu sangat ditentukan oleh kualitas komunikasi dengan orang lain tersebut. Secara sadar maupun tidak sadar individu memperhatikan dan mengingat-ingat semua tanggapan dari orang lain terhadap diri individu. Dengan komunikasi dengan orang lain individu dapat menemukan diri yang sebenarnya. Komunikasi antarpribadi mengembangkan individu dari dimensi kesosialan. Bersosialisasi dengan orang lain secara tidak langsung menunjukkan kekhasan diri sendiri, sehingga lebih mudah menemukan jatidiri. Kondisi mental yang sehat dan tidak sehat ternyata dipengaruhi juga oleh kualitas komunikasi antarpribadi dengan orang lain. Oleh sebab itu komunikasi antarpribadi sangat penting bagi kehidupan individu yang hidup di tengah-tengah lingkungan social
Dibandingkan dengan bentuk komunikasi lainnya, komunikasi interpersonal dinilai paling ampuh dalam kegiatan mengubah sikap, kepercayaan, opini, dan perilaku komunikan. Alasannya yaitu komunikasi interpersoanal umumnya berlangsung secar tatap muka ( face to face ). Komunikator dan komunikan saling bertatap muka, maka terjadilah kontak pribadi ( personal contact ) yang menimbulkan keterbukaan antara komunikan dan komunikator. Ketika komunikator menyampaikan pesan kepada komunikan, umpan balik akan terjadi secara seketika ( immediate feedback ). Komunikator akan mengetahui pesan tersampaikan secara baik atau tidak ketika melihat tanggapan komunikan terhadap pesan yang disampaikan melalui ekspresi wajah dan gaya bahasa.. apabila umpan baliknya positif artinya tanggapan dari komunikan tersebut menyenangkan untuk komunikator dan komunikator akan mempertahankan gaya komunikasi yang sudah terbangun, sebaliknya jika tangggapan negatif dari komunikan maka komunikator harus merubah gaya komunikasi agar kedepannya dapat berkomunikasi yang jauh lebih baik.
Oleh karena itu, keampuhan dalam mengubah sikap, kepercayaan, opini dan perilaku komunikan maka bentuk komunikasi interpersonal sering dipergunakan umtuk melancarkan komunikasi persuasif ( persuasive communication ) yakni suatu teknik komunikasi secara psikologis manusiawi yang sifatnya halus, luwes berupa ajakan, bujukan atau rayuan. Tetapi komunikasi persuasif interpersonal hanya digunakan pada komunikan yang potensial, dalam artian tokoh yang mempunyai jajaran dengan pengikutnyaatau anak buahnya dalam jumlah yang sangat banyak, sehingga apabila tokoh tersebut berhasil diubah sikapnya atau idiologinya maka seluruh jajarannya akan mengikutinya.
Dalam konteks interpersonal, komunikasi kesehatan termasuk dalam komunikasi manusia yang secara langsung mempengaruhi profesional – profesional dan profesional dengan klien. Komunikalevasi kesehatan dipandang sebagai bagian dari bidang – bidang ilmu yang relevan, fokusnya lebih spesifik dalam hal pelayanan kesehatan.
Komunikasi  interpersonal sangat penting dalam sector kesehatan karena komunikasi interpersonal  merupakan  strategi komunikasi untuk menyampaikan informasi dan mempengaruhi keputusan individu dan masyarakat yang dapat meningkatkan kesehatan.
Secara psikologis selama proses komunikasi interpersonal berlangsung maka dalam diri komunikan akan terjadi proses sensasi, memori, persepsi, dan berpikir. Keempat proses ini merupakan tahapan ketika seorang menerima pesan hingga menghasilkan respons.6 Sensasi adalah saat stimulus ditangkap oleh indera manusia (senses) selanjutnya dirubah menjadi impuls melalui syaraf dan dipahami oleh otak manusia.
Oleh sebab itu ketepatan dan kecepatan pemahaman terhadap stimulus tergantung kepekaan indera manusia, sehingga ini berpengaruh pada proses selanjutnya. Proses persepsi akan melibatkan memori dan proses berpikir, karena persepsi merupakan proses ketika otak manusia memberi makna atau menafsirkan stimulus. Sedangkan memori adalah proses menyimpan informasi yang dapat dipakai sebagai kerangka rujukan (frame of references), dan akan dikeluarkan kembali bila informasi tersebut dibutuhkan. Selanjutnya berpikir adalah suatu proses untuk menetapkan keputusan, memecahkan masalah dan memproduksi respons.Ketika proses komunikasi interpersonal berlangsung keempat tahap ini berjalan tanpa dapat dirasakan atau diraba, walaupun terjadi dalam satu episode, sebagai contoh: ketika seorang dokter gigi bertanya kepada pasiennya tentang berapa lama merasakan sakit gigi, atau seberapa parah sakit gigi yang dideritanya, maka persepsi penderita dalam mengelola stimulus tersebut sangat tergantung dari kerangka rujukan yang ada di memorinya, apa yang dimaksud dengan berapa lama sakitnya atau seberapa parah sakitnya. Hal ini sangat menentukan dalam menciptakan makna pesan pada proses persepsinya. Dari contoh tersebut dapat dicermati pentingnya proses persepsi dalam optimalisai komunikasi interpersonal. Sehingga bila keliru dalam mempersepsi stimulus maka respons yang diproduksi tidak sesuai dengan makna pesan yang diinginkan dokter giginya. Desiderato cit. Rakhmat6 menyatakan bahwa proses persepsi juga melibatkan atensi (perhatian), ekspektasi (harapan), motivasi, dan memori, yang semua ini sangat berpengaruh dalam memproduksi respons. Rakhmat membagi faktor penentu ketepatan persepsi menjadi faktor struktural dan faktor personal. Faktor struktural sebagai faktor yang berada di luar diri komunikate, oleh karena itu sangat berperan terhadap kualitas pesan (stimulus), sebagai contoh: kualitas pertanyaan dokter gigi merupakan faktor struktural yang sangat menentukan persepsi penderitanya.
Sedangkan faktor personal adalah berbagai faktor yang ada dalam diri komunikate, seperti: emosi, mood, sugesti serta kerangka rujukan komunikate.6Sebagai contoh: bila penderita tidak mempunyai kebutuhan tinggi terhadap kesembuhan sakit giginya, atau jika penderita takut terhadap perawatan gigi maupun figur dokter giginya, atau jika penderita miskin akan kerangka rujukan, maka besar kemungkinan pertanyaan dokter gigi terhadap kondisi sakit gigi dan rencana perawatan gigi akan dipersepsi secara tidak tepat oleh penderitanya. Oleh karena itu efektifitas komunikasi interpersonal sangat bergantung pada persepsi interpersonalnya.
Naude cit. Santosa menyatakan bahwa instruksi dan informasi dapat diterima dengan baik oleh penderita, jika ia memberikan perhatian penuh terhadap informasi, pengertian atas pesan serta penerimaan pesan secara psikologis.
Komunikasi interpersonal sangat potensial untuk menjalankan fungsi instrumental sebagai alat untuk mempengaruhi atau membujuk orang lain, karena kita dapat menggunakan kelima alat indera kita untuk memberikan stimuli sebagai daya bujuk pesan yang kita komunikasikan kepada komunikan kita. Sebagai komunikasi yang paling lengkap dan paling sempurna, komunikasi interpersonal berperan penting hingga kapan pun, selama manusia masih mempunyai emosi. Kenyataannya komunikasi tatap-muka ini membuat manusia merasa lebih akrab dengan sesamanya, berbeda dengan komunikasi lewat media massa seperti surat kabar, televisi, ataupun lewat teknologi tercanggih pun.
Komunikasi interpersonal juga penting bagi kabahagian hidup manusia. Menurut Johnson dalam Supratiknya (1995:9) beberapa peranan yang disumbangkan oleh kamunikasi interpersonal dalam rangka menciptakan kebahagian hidup manusia sebagai berikut:
Berdasarkan penjelasan sebelumnya dapat disimpulkan bahwa komunikasi interpersonal penting dalam sector kesehatan. Karena komunikasi personal dilakukan secara face to face (tatap muka) pada komunikan. Sehingga dengan melakukan komunikasi interpersonal maka komunikan akan lebih memperhatikan pesan yang disampaikan oleh komunikator sehingga dapat cepat  mempengaruhi komunikan, sehingga informasi yang disampaikan dapat didengar dengan jelas dan diterma oleh sipenerima pesan. Dalam sektor kesehatan komunikasi interpersonal dapat melancarkan kegiatan penyampaian informasi kesehatan secara jelas kepada pasien atau komunikan sehingga mengurangi adanya miss komunikasi dan juga dapat mempengaruhi persepsi audien yang selama ini salah dengan melakukan komunikasi interpersonal secara tatap muka.

1.2 Tujuan
a.      Tujuan Umum
1.     Mengenal diri sendiri dan orang lain
Salah satu cara untuk mengenal diri kita sendiri adalah melalui komunikasi interpersonal. Komunikasi ini memberikan kesempatan bagi kita untuk meperbincangkan diri kita sendiri. Melalui komunikasi interpersonal kita juga belajar bagaimana dan sejauhmana kita harus membuka diri pada orang lain. Selain itu, komunikasi interpersonal juga akan membuat kita mengetahui nilai, sikap, dan perilaku orang lain. Kita dapat menanggapi dan memprediksi tindakan orang lain.
2.     Mengetahui dunia luar
Komunikasi interpersonal memungkinkan kita untuk memahami lingkungan kita secara baik yakni tentang objek dan kejadian-kejadian orang lain. Banyak informasi yang kita miliki sekarang berasal dari interaksi interpersonal. Meskipun ada yang berpendapat bahwa sebagian besar informasi yang ada berasal dari media massa, tetapi informasi dari media massa tersebut sering dibicarakan dan dinternalisasi melalui komunikasi interpersonal.
3.     Menciptakan dan memelihara hubungan menjadi bermakna
Manusia diciptakan sebagai makhluk individu sekaligus makhluk sosial. Dalam kehidupan sehari-hari, orang ingin menciptakan dan memelihara hubungan dekat dengan orang lain. Kita juga tidak ingin hidup sendiri terisolasi dari masyarakat dan ingin merasakan dicintai dan disukai serta menyayangi dan menyukai orang lain. Oleh karenanya, kita menggunakan banyak waktu berkomunikasi interpersonal yang bertujuan untuk menciptakan dan memelihara hubungan sosial dengan orang lain.
4.     Mengubah sikap dean perilaku
Dalam komunikasi interpersonal sering kita mengubah sikap dan perilaku orang lain. Singkatnya kita banyak mempergunakan waktu untuk mempersuasi orang lain melalui komunikasi interpersonal.
5.     Bermain dan mencari hiburan
Bermain mencakup semua kegiatan untuk memperoleh kesenangan. Seringkali tujuan ini dianggap tidak penting, tetapi sebenarnya komunikasi yang demikian perlu dilakukan, karena bisa memberi suasana yang lepas.
b.     Tujuan Khusus
Dengan komunikasi interpersonal maka diharapkan dapat mengubah persepsi keluarga tersebut yang salah dan membantu mengurangi permasalahan kesehatan yang terjadi dikeluarga tersebut dan juga menambah pengetahuan keluarga tersebut.





BAB II
GAMBARAN UMUM KELUARGA
Sasaran komunikasi keluarga interpersonal kami yaitu sepasang suami istri yang mempunyai seorang anak perempuan. Nama kepala keluarganya yaitu Agung Ferdiyanto yang berumur dua puluh Sembilan (29) tahun.Bapak Agung berasal dari sorek, dia bekerja sebagai karyawan swasta yaitu bengkel las. Bapak Agung lahir pada tanggal 17 Desember 1986 di Metro.
Sedangkan istrinya bapak Agung bernama Suhartini Novia Figriyanti yang berumur 23 tahun, dia lahir di Surya Indah 13 Januari 1993. Daerah asal ibu Novia juga dari Sorek sama seperti suaminya.
Keluarga ini mempunyai seorang anak perempuan yang bernama Maniqara Qauki yang berumur dua tahun delapan bulan yang lahir di Surya Indah 20 April 2013.
Aktifitas sehari-hari Bapak Agung yaitu bekerja dibengkel las setiap hari senin sampai sabtu. Sedangkan kegiatan sehari-hari Istrinya yaitu sebagai Ibu rumah tangga. Pada setiap hari minggu pada saat Bapak Agung libur mereka sering melakukan aktifitas fisik jogging di area Car free Day di daerah Dipo pekanbaru. Setiap pagi harinya sebelum Bapak Agung bekerja dia selalu menemanin istrinya belanja kepasar  membeli kebutuhan rumah mereka. Keluarga Bapak agung hidup dengan rukun dan damai.
Keluarga bapak agung tinggal disebuah kontrakan yang terbuat dari kayu. Kondisi rumah dan lingkungan Bapak Agung sangat bersih dan nyaman itu dikarenakan dia mempunyai istri yang pandai merawat rumah meskipun rumah mereka tidak terlalu bagus. Dan juga dalam rumah bapak Agung tersedia aquarium sebagai hiasan rumahnya.






BAB III
PEMBAHASAN

1)     PERTEMUAN PERTAMA
Pada pertemuan pertama kami kerumah keluarga kami berkenalan dengan keluarga tersebut berbincang-bincang disana dan memberitahukan  maksud kedatangan kami yaitu untuk memenuhi tugas mata kuliah komunikasi Interpersonal dalam melakukan komunikasi dengan keluarga tersebut.
Pada pertemuan tersebut kami mendapatkan data umum keluarga tersebut. Yaitu:
1.     Kepala keluarga          : Agung Ferdiyanto (suami)
Tempat/tanggal lahir  : Metro, 17 Desember 1986
Umur                           : 29 tahun
Daerah Asal                : Sorek
Pekerjaan                    : Bengkel Las
Agama                        : Islam
Alamat                                    : Jalan Kelapa Sawit Ujung, kota Pekanbaru, Provinsi Riau
2.     Istri                             : Suhartini Novia Figriyanti
Tempat/tanggal lahir  : Surya Indah 13 Januari 1993
Umur                           : 23 tahun
Daerah Asal                : Sorek
Agama                        : Islam
Pekerjaan                    : Ibu Rumah Tangga
3.     Anak                           : Maniqara qauki
Tempat/tanggal lahir  : Surya Indah, 20 April 2013
Umur                           : 2,8 tahun

2)     PERTEMUAN KEDUA
Pada pertemuan kedua kami berbincang-bincang tentang kebiasaan keluarga tersebut. Kebiasaan keluarga tersebut yaitu pada setiap pagi harinya sebelum bapak agung berangkat kerja dia terlebih dahulu menemanin istrinya belanja kepasar. Dan setiap jam 12 siang pada saat jam makan siang Bapak Agung selalu pulang kerumahnya untuk makan siang. Setiap hari minggu pagi mereka melakukan aktifitas fisik diarea Car free day secara bersama-sama.
3)     PERTEMUAN KETIGA
Pada pertemuan ketiga kami berbincang-bincang tentang masalah kesehatan yaitu PHBS. Kami menanyakan kepada ibuk Novia apakah Dia sudah mencuci tangan dengan benar. Dia menjawab sudah. Dia selalu mencuci tangan pakai sabun. Kami juga menanyakan apakah keluarganya suka mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan. Dia berkata bahwa keluarganya setiap hari selalu mengkonsumsi buah dan sayur, bahkan anaknya kara yang masih kecil doyan makan buah dan sayur. Kami juag menanyakan apakah suaminya merokok dalam rumah, dia berkata kadang-kadang suaminya merokok didalam rumah. Kami menyarankan kepada Bapak Agung untuk tidak merokok didalam rumah karena nti dampaknya tidak bagus bagi kesehatan dia dan keluarganya, apalagi dia mempunyai anak masih kecil. Dia menjawab bahwa dia akan mencoba untuk tidak merokok didalam rumah lagi
4)     PERTEMUAN KEEMPAT
Pada pertemuan keempat kami hanya bermain dengan anaknya Bapak agung karna istrinya sedang tidak enak badan.
5)     PERTEMUAN KELIMA
Pada pertemuan kelima kami membantu ibuk Novia melakukan gotong royong didepan rumahnya. Dia menyambut baik bantuan dari kami dan dia sangat berterimaksih.
6)     PERTEMUAN KEENAM
Pada pertemuan keenam kami ikut masak dengan ibuk Novia dan memberi tahu dia cara memberi garam pada masakan. Kami memberitahukan bahwa memberi garam pada masakan jangan pada saat masakan mendidih, tapi membubuhi gram dilakukan setelah selesai memasak makanan dan pada saat apinya sudah mati. Karna jika garam dibubuhi pada saat makanan sedang panas maka kandungan natrium bisa hilang pada keadaan suhu yang panas dan dapat menyebabkan terjadinya kanker.
7)     PERTEMUAN KETUJUH
Pada pertemuan ketujuh kami kerumah Bapak Agung pada sore harinya dan kami berjumpa suaminya baru pulang kerja.kami berbincang-bincang tentang  Bapak agung yang kadang-kdang merokok didalam rumah. Kami menanyakan kepada ibuk novia apakah suaminya masih ada merokok didalam rumah. Ibuk novia menjwab masih ada. Kamipun mengingatkan bapak agung kembali untuk tidak melakukannya lagi.
8)     PERTEMUAN KEDELAPAN
Pada pertemuan kedelapan kami pergi berkunjung kerumah bapak agung dan berjumpa dengan istri dan anaknya. Kami hanya berbincang-bincang sebentar dan kami mengatakan bahwa kami berterimakasih karna telah membantu kami menyelesaikan tugas kuliah kami. Dan kami meminta maaf kalau selama ini ada kesalahan dalam pengucapan atau mengganggu kenyamanan mereka. Ibuk novia pun menjawab dengan senyuman yang manis bahwa dia sangat senang kami kunjungi. Dan dia berharap kami masih berkunjung kesana meskipun tidak ada tugas kuliah lagi.













BAB IV
PENUTUP
a.      Kesimpulan
Dari cerita yang telah kami tulis, dapat disimpulkan bahwa keluarga Bapak Agung merupakan keluarga yang sehat, baik sehat fisik,sosial, dan spiritual. Tidak banyak masalah yang kami dapatkan dalam keluarga bapak agung ini. Hal ini juga dipengaruhi oleh tingkat pendidikan mereka.
b.     Saran
Semoga dikeluarga-keluarga yang lain permasalahan kesehatan seperti perilaku hidup bersih dan sehat tidak ada lagi.




















LAMPIRAN




Tidak ada komentar:

Posting Komentar