Rabu, 24 Agustus 2016

TUGAS KEWIRAAN




1.    arti pentingnya pendidikan kewiraan bagi sebuah bangsa dan apa akibatnya bila ditiadakan
UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 37 menyatakan bahwa kurikulum pendidikan tinggi wajib memuat tentang Pendidikan Kewiraan yang bertujuan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air. Dengan telah dituangkannya Pendidikan Kewiraan  dalam Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional, ini berarti bahwa pendidikan Kewiraan memiliki kedudukan yang sangat strategis dalam pembentukan nation and character building.
Pendidikan Kewiraan/kewarganegaraan dirancang dengan  maksud  upaya untuk memberikan pengertian kepada mahasiswa tentang pengetahuan dan kemampuan dasar berkenaan dengan hubungan antara warganegara dengan negara serta pendidikan pendahuluan bela negara sebagai bekal agar menjadi warga negara yang dapat diandalkan oleh bangsa dan negara. Meningkatkan wawasan berfikir mahasiswa sebagai warganegara Indonesia, yang sadar akan dirinya yang mengemban misi pejuang pemikir-pemikir pejuang, dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan keamanan nasional. Disamping hal tersebut juga dimaksudkan sebagai usaha menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara demi terwujudnya aspirasi perjuangan nasional dengan tujuan untuk memupuk kesadaran Bela Negara.
Melalui pendidikan kewiraan Republik Indonesia, diharapkan mampu : memahami, menganalisis dan menjawab masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat, bangsa dan negaranya secara bersinambungan dan konsisten dengan cita-cita  dan tujuan nasional seperti yang digariskan dalam Pembukaan UUD 1945. Pada saatnya dapat menghayati hakikat konsepsi Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional, patriotik dan cinta tanah air dalam melaksanakan profesinya.
Diharapkan melalui Pendidikan Kewiraan mahasiswa akan menjadi manusia Indonesia seutuhnya, sehingga setelah menguasai ilmu pengetahuan teknologi  dan seni tidak kehilangan jatidirinya.


2.      Nampaknya eksistensi pancasila dalam pendekatan filsafah masih relevan sebagai dasar filsafah negara namun perlu re-vitalisasi nilai-nilainya dalam semua bidang kehidupan. Jelaskan maksud dan berikan contohnya
Maksudnya disini adalah bahwa Pancasila tersebut masih Relevan/bersangkut paut dengan  Filsafat Hidup Berbangsa dan Bernegara dan nilai-nilai yang terkandung didalam pancasila tersebut sangat penting dan sangat diperlukan sekali untuk kehidupan bangsa Indonesia ini .seperti yang kita ketahui bahwa Indonesia adalah Negara yang terdiri dari berbagai suku bangsa dan bahasa mulai dari Sabang sampai merauke. Kemajemukan dan pluralisme yang ada di masyarakat Indonesia telah membentuk berbagai macam kebudayaan dan falsafah hidup masyarakat Indonesia. Oleh sebab itu para pendiri Negeri ini telah memikirkan dan merumuskan bagaimana menyatukan kebudayaan dan falsafah hidup yang beraneka ragam menjadi satu kesatuan dalam Pancasila dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.
Seperti yang kita ketahui, bahwa Pancasila sebagai falsafah bangsa Indonesia merupakan karya besar bangsa Indonesia dan merupakan lambang ideologi bangsa Indonesia yang setingkat dengan ideologi besar di dunia lainnya. Bangsa Indonesia menggunakan Pancasila sebagai pedoman hidup dalam kehidupan sehari-hari, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Pancasila juga dijadikan pedoman dalam pelaksaan pemerintahan.[1] Landasan Filsafat Pancasila merupakan harmonisasi dari nilai-nilai dan norma-norma utuh yang terkandung dalam sila-sila Pancasila, yang bertujuan untuk mendapatkan pokok-pokok pengertiannya secara mendasar dan menyeluruh agar menjadi landasan filsafat yang sesuai dengan keperibadian dan cita-cita Bangsa. Jadi, Pancasila sebagai dasar filsafat negara Indonesia pada hakikatnya adalah sebagaimana nilai-nilainya yang bersifat fundamental menjadi suatu sumber dari segala sumber hukum dalam negara Indonesia, menjadi wadah yang fleksibel bagi faham-faham positif untuk berkembang dan menjadi dasar ketentuan yang menolak faham-faham yang bertentangan seperti Atheisme dan segala bentuk kekafiran tak beragama, Kolonialisme, Diktatorisme, Kapitalis, dan lain-lain
Contohnya: Pancasila masih relevan di era globalisasi
Globalisasi tak diciptakan oleh siapa-siapa, tak diciptakan oleh “Timur atau Barat”, melainkan ia dikehendaki bersama-sama. Jelas semangat keduanya berbeda sekali, oleh karenanya pertanyaan apakah Pancasila masih relevan dengan kepentingan manusia zaman kita sekarang ini, nampaknya akan sulit menemukan relevansinya. Kini kita harus berangkat dari pengalaman bangsa “Eropa Timur” yang dulu berideologi komunis. Komunisme pada masanya menjadi “hantu” yang menyebar di hampir seluruh belahan Eropa, karena asumsinya ideologi itu relevan dengan kepentingan masyarakat. Sebelumnya kaum proletar ditindas oleh penguasa ekonomi, kapitalisme menjadi momok, sehingga ideologi komunisme dijadikan sebagai instrumen perlawanan. Namun kini ideologi itu ditinggalkan pasca ambruknya pada akhir Abad ke-19. Masyarakat Eropa Timur meninggalkan komunisme karena ideologi itu sudah benar-benar tak mencerminkan kepentingan masyarakat; para penguasa ekonomi, kaum kapitalis telah “memenuhi kewajibannya”, dan kaum buruh telah “mendapatkan hak-hak mereka”.
3.      NKRI sebagai bentuk negara indonesia dan pilihan ini disebut sebagai harga mati yang tidak bisa diganggu gugat. Kemukakan beberapa alasan dasar pilihan ini baik secara historis , politis, strategis maupun filosofis
ü  Secara historis
Di tahun 1950 Negara Indonesia pernah berganti bentuk menjadi RIS (Republik Indonesia Serikat), tetapi dalam prakteknya bentuk serikat ini tidak cocok bagi Negara Indonesia, sehingga kembali lagi menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia.Maka apabila pada era sekarang ini ada fihak atau golongan yang ingin merubah NKRI sama halnya dengan langkah mundur, bukan kemajuan tapi suatu kemunduran, karena bentuk apapun selain NKRI terbukti tidak cocok bagi Indonesia.
            Mengapakah Negara Indonesia pernah berganti bentuk serikat atau federasi? Ini dikarenakan ada campur tangan dari Kerajaan Belanda melalui perjanjian di Konferensi Meja Bundar (KMB) yang memaksakan RIS (Republik Indonesia Serikat) agar menjadi bentuk Negara kita.
Apa tujuan Kerajaan Belanda melakukan itu? Yaitu untuk memecah-belah Indonesia sehingga Belanda lebih mudah untuk menungganginya kembali.Mengapa pula pemberontakan PKI yang berpuncak pada tahun 1965 itu terjadi? Yaitu bertujuan untuk mengubah Indonesia menjadi Negara komunis, dan semua orang tahu bahwa gerakan ini disokong oleh RRC.Jadi segala keinginan dan rencana untuk merubah NKRI sebenarnya bukanlah kehendak dan aspirasi murni Bangsa Indonesia, tetapi titipan dan desain dari Negara asing.
Sedangkan kehendak murni Bangsa Indonesia adalah persatuan dan kesatuan, maka kehendak murni Bangsa Indonesia-lah yang harus kita perjuangkan yakni NKRI


ü  Politis
Merubah NKRI sama halnya dengan merombak total bangunan Negara RI. Walhasil, kalau itu dilakukan maka berarti merobohkan Negara Kesatuan Republik Indonesia sama sekali dan mendirikan negara yang benar-benar baru.
Dari sini akan menimbulkan situasi yang tak terkendali, chaos, dan pertikaian horizontal berebut kekuasaan dari kelompok-kelompok yang berkepentingan. Dalam situasi chaos ini selanjutnya pasukan asing akan mengobok-obok Indonesia dengan dalih sebagai ‘pasukan penjaga perdamaian’, namun bukan perdamaian yang didapat tapi kerusuhan yang semakin meningkat.
Oleh sebab itu haruslah kita hindari intrik politik global yang berencana mengganti NKRI
ü  Strategis
Pada zaman Sriwijaya dan Majapahit, Bangsa Indonesia telah mengalami masa yang gemilang, mempunyai negara yang merdeka, bangsa yang bersatu dan berdaulat, mengenyam kehidupan yang adil dan makmur, gemah ripah loh jinawi tata tentrem kertaraharja, karena Negara Kesatuan yang diwujudkan mampu mengayomi kepentingan bangsanya.Oleh sebab itu, bila Bangsa Indonesia ingin mengulangi kembali kejayaan yang pernah dialami oleh Sriwijaya dan Majapahit, maka Negara Kesatuan harus tetap menjadi bentuk Negara kita yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia

ü  Filosofis
Bentuk Negara Kesatuan sudah menjadi kehendak dan semangat Bangsa Indonesia sejak ribuan tahun silam, terbukti dengan berdirinya Negara Kesatuan berbentuk Kedatuan Sriwijaya yang wilayah kesatuannya meliputi Nusantara, kemudian dilanjutkan dengan berdirinya Negara Kesatuan berbentuk Kerajaan Majapahit yang wilayah kesatuannya juga meliputi Nusantara, lalu berdiri Negara Kesatuan berbentuk Republik Indonesia yang wilayah kesatuannya juga meliputi Nusantara.
Jadi Negara Kesatuan adalah bentuk Negara yang sudah dikehendaki dan dicita-citakan oleh Bangsa Indonesia sejak ribuan tahun silam.
Apakah kesamaan Negara Kesatuan antara Sriwijaya, Majapahit, dan Republik Indonesia ini hanya suatu kebetulan saja? Mustahil hanya kebetulan saja, jelas disini ada ‘Kehendak Agung’ yang mengaturnya.
Oleh sebab itu NKRI tidak boleh diubah karena sudah menjadi Taqdir Allah untuk Indonesia.
            Para pahlawan dengan segala pengorbanannya berjuang merebut kemerdekaan untuk dapat mendirikan Negara yang dicita-citakan yakni Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Apabila merubah NKRI berarti kita tidak menghargai pengorbanan jiwa raga dan harta dari para pahlawan kemerdekaan. Hal itu tidak patut dilakukan dan tidak ada rasa hormat serta rasa bakti kepada para pejuang yang telah mendahului kita.Prof. Mr. Muh.Yamin dalam suatu seminar di Yogyakarta pernah berkata: “Tidak baik dan melanggar rasa kebaktian apabila kita memperdebatkannya…. Akan melanggar rasa kebaktian penuh kehormatan kepada beribu pejuang yang telah gugur di medan pertempuran membela NKRI berdasarkan ajaran Pancasila. …….. akan berarti suatu tanda kebimbangan ratusan rakyat sekarang kepada pengorbanan bagi pelaksanaan peranan luhur segala pejuang yang mengorbankan harta benda dan jiwa raga”.





4.      Secara realitas kita tidak bisa mengelak dari terpaan globalisasi seperti derasnya arus informasi kemajuan sains dan teknologi khususnya telekomunikasi yang menyebabkan dunia tanpa sempadan,sehingga merobah paradigma dan pola pikir masyarakat. Jelaskan bagaimana sikap dan strategi kita untuk menghadapi tantangan ini agar kita tetap eksis sebagai bangsa.
 Globalisasi adalah proses integrasi internasional yang terjadi karena pertukaran pandangan dunia, produk, pemikiran dan aspek kebudayaan lainnya. Adanya era globalisasi dapat berpengaruh terhadap nila-nilai budaya bangsa indonesia. Era globalisasi tersebut datang dan menggeser nilai-nilai yang telah ada. Nilai-nilai tersebut bersifat positif dan negatif. Ini semua merupakan ancaman, tantangan dan sekaligus peluang bagi bangsa indonesia untuk berkreasi dan berinovasi disegala aspek kehidupan
Eksistensi suatu bangsa pada era ini mendapat tantangan yang sangat kuat,terutama karena pengaruh kekuasaan internasional,ole karena itu agar bangsa indonesia tetap eksis dalam menghadapi globalisasi maka harus tetap meletakkan  jati diri dan identitas nasional yang merupakan kepribadian bansa indonesia sebagai dasar pengembangan kreaatifitas budaya globalisasi. Agar Indonesia terdiri dari berbagai macam suku, bangsa, agama dan  pulau-pulau yang dipisahkan oleh lautan. Oleh karena itu, nilai-nilai yang dianut masyarakatnyapun berbeda-beda. Nilai-nilai tersebut kemudian disatupadukan dan diselaraskan dalam Pancasila. Nilai-nilai ini penting karena merekalah yang mempengaruhi identitas bangsa. Oleh karena itu nasionalisme dan integrasi nasional sangat penting untuk ditekankan pada diri setiap warga Indonesia agar  bangsa Indonesia tidak kehilangan Identitas.





Langkahnya:
Untuk mengatasi globalisasi juga dapat dilakukan dengan menumbuhkan kembali rasa nasionalisme bangsa agar masyarakat dapat mencintai negaranya. Langkah-langkah dapat dilakukan antara lain yaitu:Menumbuhkan semangat nasionalisme yang tangguh, misal semangat mencintai produk dalam negeri.
  1. Menanamkan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila.
  2. Menanamkan dan melaksanakan ajaran agama.
  3. Mewujudkan supremasi hukum, menerapkan dan menegakkan hukum dalam arti sebenar-benarnya dan seadil-adilnya.
  4. Selektif terhadap pengaruh globalisasi di bidang politik, ideologi, ekonomi, sosial budaya bangsa.


5.      Sesungguhnya hakikat perang dewasa ini dimaknai bukan hanya pertarungan antara dua kubu kekuatan atau lebih dengan menggunakan kekuatan senjata, tetapi juga upaya mempengaruhi stabilitas nasional suatu bangsa seperti perlemahan kekuatan ekonomi, ekspansi budaya, pengkebiran jiwa nasionalisme, serta perapuhan kedaulatan rakyat adalah merupakan bagian dari bentuk perang yang cukup dahsyat. Berikan strategi dan upaya perlawanan untuk menghadapi perang non fisik seperti ini
# Upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan mengembangkan wawasan kebangsaan. Wawasan kebangsaan Indonesia ini lahir dari kesadaran segenap masyarakat untuk bersatu memperjuangkan kemerdekaan, kesejahteraan, dan kedamaian bangsa Indonesia. Sesuai dengan ciri khas bangsa Indonesia yang majemuk dan wilayahnya berupa kepulauan yang terletak di wilayah Asia Tenggara. Wawasan kebangsaan Indonesia merupakan pedoman yang sifatnya filosofis dan normatif, wawasan kebangsaan Indonesia perlu digalakkan dengan maksud agar warga negara menyadari pentingnya hidup besama sebagai bangsa atas dasar kesamaan hak dan kewajiban di depan hukum. Wawasan kebangsaan bertujuan menghidupkan kembali semangat kebangsaan, mendorong terwujudnya hidup yang harmonis, menjaga keutuhan  bangsa serta mendorong pencapaian cita-cita tujuan nasional.
Strategi yang dapat dilakukan yaitu:
ü  Pertama, Sistem pertahanan keamanan merata yaitu mengajak seluruh warga
ü   
ü  sebagai bagian integral pertahanan negara. Sumber daya nasional yang utama dan terpenting adalah manusia.
ü  Kedua, Upaya memperluas pilihan kebijakan pemerintah dapat dilakukan jika para pembuat kebijakan dapat melakukan kerja sama dengan pihak luar, terutama dengan universitas atau kalangan akademisi. Karena ilmu pengetahuan dan teknologi adalah bagian perang nirmiliter yang dilakukan negara-negara yang tidak memiliki sumber daya alam sehingga para pemimpinnya memutuskan, negara dan rakyatnya hanya bisa bertahan hidup jika unggul dalam perang sains, teknologi, dan pengetahuan. Jepang, Singapura, Taiwan, Korea, Swiss, Finlandia adalah contoh pertahanan nirmiliter yang menghasilkan penerimaan barang dan jasa yang diperlukan guna bertahan hidup dalam sistem politik dan ekonomi internasional yang serba ketat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar